Berita Terkini: Hati-Hari Kendaraan yang Terjaring Razia Pajak Tak Bisa Ikut Pemutihan

Berita Terkini: Hati-Hari Kendaraan yang Terjaring Razia Pajak Tak Bisa Ikut Pemutihan

Berita Terkini: Hati-Hari Kendaraan yang Terjaring Razia Pajak Tak Bisa Ikut Pemutihan

Widiynews.com – Polda Metro menggelar razia pajak kendaraan secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta sejak Jumat 11 Agustus 2017 lalu.

Masyarakat dihimbau untuk segera mengurus kewajiban tersebut lantaran saat ini telah ada program pemutihan pajak yang berlangsung sejak 19 Juli hingga 31 Agustus 2017.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan, kendaraan yang terjaring razia pajak tidak akan bisa ikut program pemutihan ini.

“Ini kan ada pemutihan. Seumpama sekarang ini, pada waktu razia pajak dia kena, maka tidak bisa ikut pemutihan,” ujar Halim.

Halim mengatakan, para pemilik kendaraan yang menunggak pajak segera mengikuti program pemutihan ini. Dengan demikian, mereka tidak akan dikenakan denda tunggakan pajak.

Selain bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah yang ditargetkan Rp 35.20 triliun dari 13 jenis pajak di Jakarta, pemutihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pemilik kendaraan akan kewajiban mereka.

Diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi STNK dan TNKB.

Menurut Halim, jika masyarakat menunggak pajak kendaraan, maka STNK dianggap tidak syah. Hal ini merujuk pada Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2015 tentang Registrasi Kendaraan Bermotor dan Surat Kapolri Nomor B700-11-2017.

“Jadi apabila tidak dilaksanakan pengesahan tersebut, maka STNK dinyatakan tidak sah. Dinyatakan di Pasal 288 ayat 1 (UU 22/2009) yaitu setiap pengemudi tidak dilengkapi STNK dipidana paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp 500 ribu,” jelas Halim.