Berita Terkini : Biro Penerbangan First Travel Dituntut Kembalikan Dana 70 Ribu Jamaah Haji !

Berita Terkini : Biro Penerbangan First Travel Dituntut Kembalikan Dana 70 Ribu Jamaah Haji !

Berita Terkini : Biro Penerbangan First Travel Dituntut Kembalikan Dana 70 Ribu Jamaah Haji !

Widiynews.com – Biro jasa penyelenggara umroh PT First Anugerag Karya Wisata atau First Travel yang kini tersangkut kasus penipuan umroh kembali diingatkan untuk segera mengembalikan dana ribuan calon jamaah yang telah menjadi korban pihaknya.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, izin First Travel selama ini bukan berasal dari lembaganya, mengingat status First Travel yang merupakan biro perjalanan umroh.

Namun, sebagai badan pengawas industri jasa keuangan, OJK telah menjalin kerjasama dengan lintas kementerian, termasuk salah satunya Kementerian Agama untuk menangani kasus penipuan ini.

Menurut Wimboh, OJK tidak akan menyuntikkan dana atau bail out untuk mengganti dana milik jamaah yang telah digelapkan oleh First Travel. Kewajiban mengganti rufi tetap harus dilakukan oleh pihak First Travel.

“Tidak ada (bail out), kita hanya bantu komunikasikan. Kan ini lagi proses identifikasi, investigasi. Kita tunggu saja lah nanti. Kalau dia ( First Travel) punya duit, harus dibayar,” tuturnya.

Saat ini, polisi sudah mengamankan Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari selaku Direktur Utama dan Direktur First Travel. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan, serta pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Saat ini, Andika dan Anniesa mendekam di Rutan Polda Metro Jaya guna bertanggung jawab atas perbuatannya. Keduanya dijerat dengan kurungan 15 tahun penjara karena telah menggelapkan dana para jamaah umroh. Dari 70 jamaah yang telah melakukan pendaftaran, ada 35 ribu jamaah yang tidak bisa berangkat.

Surat izin operasional First Travel sebagai peyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) telah dicabut oleh Kementerian Agama. Pencabutan izin dilakukan karena First Travel dinilai terbukti telah melanggar Pasal 65 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Jangan Lewatkan : 4 Agen Perjalanan Umroh yang Bakal Bernasib Sama Seperti First Travel