Berita Terkini Kasus e-KTP : Empat Orang Saksi Setya Novanto Diperiksa KPK

Berita Terkini Kasus e-KTP : Empat Orang Saksi Setya Novanto Diperiksa KPK

Berita Terkini Kasus e-KTP : Empat Orang Saksi Setya Novanto Diperiksa KPK

Widiynews.com – KPK akan memeriksa empat orang saksi dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau e-KTP. Keempat orang tersebut akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, empat saksi yang akan diperiksa itu diantaranya, Staf Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Kusmihardi, Konsultan IT PT Jasindo Tiga Perkasa Noerman Taufik, Kepala Bagian Dukungan Komersial pada Divisi Keuangan dan Akuntansi PT Sucofindo R Pratomo Siddi Supali dan mantan Dirut PT Sucofindo Arief Safari.

Soal kasus e-KTP yang menyeret tersangka Setya Novanto, hingga saat ini KPK masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, terutama untuk sejumlah peran dari para pihak swasta dan DPR.

Jangan Lewatkan : Politisi Nasdem Sentil Ucapan Dana Haji China Amien Rais

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berjamaah penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012 pada Kemendagri.

Setya Novanto diduga telah melanggar Pasal 2 ayat 1 atas Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dimana didalam pasal tersebut diatur, orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau saran yang pada jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka. KPK menetapkan saudara SN (Setya Novanto) anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai tersangka karena diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena kedudukannya atau jabatannya sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam paket pengadaan KTP-e pada Kemendagri,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK Jakarta, Senin (17/7).

Jangan Lewatkan : Kedatangan Ahok Disidang Buni Yani Tidak Wajib?

Fokus Berita Terkini :
Kasus e-KTP
Setya Novanto Tersangka