Home Islami Kesabaran Ibu Melebihi Kesabaran Manusia Biasa

Kesabaran Ibu Melebihi Kesabaran Manusia Biasa

Kesabaran Ibu Melebihi Kesabaran Manusia Biasa
Ibu Menangis. Dok : Reaksinews

Kesabaran Ibu Melebihi Kesabaran Manusia Biasa

Widiynews.com – Sebuah inspirasi dan juga motivasi untuk mengajarkan kita semua berbakti kepada kedua orang tua, terutama kepada Ibu. Meski wajahnya tak lagi sesegar dahulu kala, namun kesabaran ibu melebihi kesabaran manusia biasa.

Siti Hajar mengajarkan mengilustrasikan kesabaran yang tidak ada batasnya, saat ia ditinggal pergi suaminya, Ibrahim, dalam menunaikan risalah Ilahiyah, ditempat sepi tanah bertandus padang pasir Sahara.

Kesabaran Siti Hajar merupakan protoype pantang menyerah, bukan berarti mengalah dengan keadaan. Siti Hajar memiliki mental sekeras batu sebagaimana namanya. Bagaimana mencari oase kehidupan berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwa, ketika Ismail putranya dalam keadaan kehausan.

Mendidik anak tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Tidak mungkin kita bisa menjamin masa depan anak dengan berpangku tangan atau menundukkan keinginan anak, rengekan anak, meredakan tangisan anak dengan mudah melayangkan tangan.

Anak adalah ujian terberat bagi orang tuanya. Kalau tidak pandai bersabar, para orang tua akan berjumpa dengan pahitnya penderitaan disebabkan oleh dirinya sendiri. Seorang ibu harus sabar dalam mendidik anak-anaknya, sabar dalam mengajarkan kebaikan, sabar dalam mengajarkan doa-doa harian, adab dan akhlak yang baik, sabar dalam menghafal Al-Qur’an, sabar dalam memberikan materi pelajaran. Sabar dalam menjawab pertanyaan anak, dari yang sepela hingga hal yang rumit.

Pertanyaan anak harus dijawab dengan sabar, ditanggapi dengan penuh kasih syaang dan perhatian dan tidak asal-asalan. Sesungguhnya seorang anak memberikan kepercayaan kepada orangtuanya sehingga ia bertanya.

Masih beruntung serewel-rewelnya anak bertanya kepada orangtua terutama ibunya dari pada bertanya pada orang tidak tepat, dikhawatirkan anak mendapatkan jawaban yang berbahaya bagi dirinya.

Sabar menjadi pendengar yang baik. Bijaklah, jangan menyepelekan curhatan anak, setialah mendengarkan. Menjadi pendengar yang baik hakikatnya memberikan nasihat dan mentransfer energi pikiran dan sikap positif: hidup bersahaja, membangun toleransi, berbaik sangka, peduli terhadap lingkungan, hal tersebut sangat bermanfaat untuk kehidupan anak ke depan.

Orang yang pandai mendengar adalah ciri orang bijak, orang yang tak pandai mendengarkan dengan memotong pembicaraan adalah pembajak. Seorang ibu yang baik harus menjadi pembujuk yang handal. Ketahuilah ada dua pancaindra yang sering digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu penglihatan dan pendengaran.

Bersabar sangat dibutuhkan meski emosi memuncak, apatah lagi menghadapi kelakuan anak yang sangat menjengkelkan. Sabat itu strategi bukan sikap “nerimo”. Cobalah beberapa saat untuk menjauh dari sang anak, hingga emosi dapat diturunkan tensinya.

Setelah reda, berusahalah kembali menasihati anak. Nasihat yang datang dari emosi tidak akan memberikan kesadaran bagi anak, namun menjadi terali besi. Jangan melakukan blunder yang berakibat fatal sehingga anak menentang dan menantang.

Sabar jika upaya dalam mendidik anak belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Ingatlah bahwa Allah SWT akan melihat proses bukan hasil, tetaplah ikhlas menerima segala upaya orang tua meskipun belum meraih hasil yang diharapkan. Sifat sabar itu pasti mendatangkan hasil tidak akan nihil.

Baga Juga : Ibu Sang Pelita Hati

Ibu memang sosok yang sangat berharga, bisa dibuktikan saat ia melahirkan, merawat dan mendidik sampai anak tumbuh dewasa. Sudah tak butuh lagi disuapi, tak butuh lagi ditemani, tak butuh lagi dikhawatirkan. Tetapi ibu, adalah ibu yang selalu khawatir dengan nasib anak-anaknya, sekalipun telah berhasil mencapai tangga kesuksesan. Kesabaran ibu memang tidak pernah ada habisnya dan melebihi kesabaran manusia biasa.

Mari Bagikan :

Pengguna Samsung Galaxy A7 yang juga menjadi kontributor di situs berita Widiynews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here