Mengerikan! Hanya dalam 4 Hari, Ribuan Rumah Umat Muslim Rohingnya Habis Dibakar

Mengerikan! Hanya dalam 4 Hari, Ribuan Rumah Umat Muslim Rohingnya Habis Dibakar
Muslim Rohingnya. Dok: Reuters

WIDIYNEWS.COM – Pembantaian kaum muslim Rohingnya di Myanmar menuai kecaman dari banyak pihak. Pembantaian itu mengakibatkan lebih dari 2.600 rumah etnis Rohingnya habis dibakar sepanjang akhir pekan lalu.

Pembakaran ini menjadi salah satu kekerasan yang paling mematikan di negara bagian Rakhine, dimana Muslim menjadi mayoritas. Akibatnya, lebih dari 58.600 warga Rohingnya melarikan diri ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu, pemerintah Myanmar menyalahkan kelompok Arakan Rohingnya Salvation Army (ARSA) atas terjadinya pembakaran tersebut. Pekan lalu, kelompok ini mengaku bertanggungjawab atas terjadinya serangan di pos keamanan yang akhirnya memicu terjadinya bentrokan dan perlawanan besar-besaran dari militer Myanmar.

Seperti diberitakan Viva.co.di, Minggu (3/9/2017), para pengungsi Rohingnya yang melarikan diri ke Bangladesh mengatakan, apa yang disampaikan pihak militer Myanmar, termasuk pembunuhan yang telah mereka lakukan adalah bertujuan untuk mengusir mereka semua dari Rakhine.

Bentrokan dan pengerahan besar-besaran militer yang terjadi selama pekan lalu telah menewaskan lebih dari 400 orang dan lebih dari 11.700 penghuni desa dari etnis Rohingnya yang harus dievakuasi dari wilayah tersebut.

Perlakuan keji terhadap 1.1 juta warga Muslim dari etnis Rohingnya yang menempati Rakhine menjadi tantangan terbesar bagi pemimpin negara itu, Aung San Suu Kyi yang pernah menerima Nobel Perdamaian.

Negara barat bahkan mengkritik keras sikap Suu Kyi yang memilih diam atas tindakan tidak berkeperimanusiaan terhadap minoritas Muslim di Myanmar.

Bahkan, pemerintah Inggris yang dulu pernah menjajah negara tersebut mendesak Suu Kyi untuk menggunakan kekuatannya agar pembantaian itu dapat segera berakhir.

“Aung San Suu Kyi memiliki hak kuat sebagai salah satu figur inspiratif abad ini. Tapi perlakuan terhadap Rohingya sangat disayangkan telah menodai reputasi Burma,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Sabtu, 2 September 2017.