Home News Peristiwa Soal Tragedi Rohingnya, WHD: Panggil Dubes Myanmar, Kalau Perlu Usir!

Soal Tragedi Rohingnya, WHD: Panggil Dubes Myanmar, Kalau Perlu Usir!

Soal Tragedi Rohingnya, WHD: Panggil Dubes Myanmar, Kalau Perlu Usir!
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dok: Needanews.

WIDIYNEWS.COM – Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid angkat bicara soal tragedi keji yang menimpa etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar. HNW menilai, pemerintah Indonesia harus melakukan komunikasi dengan pihak Myanmar yang ada di Indonesia.

Ia pun meminta Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi untuk segera memanggil duta besar (Dubes) Myanmar untuk Indonesia terkait kekerasan yang dilakukan tentara Myanmar terhadap muslim etnis Rohingnya.

“Sangat bagus kalau dubes dipanggil Menlu. Menegaskan perilaku Myanmar adalah perilaku yang sangat tidak disenangi dan merugikan,” ujar HNW seperti diberitakan Liputan6.com, Senin (4/9/2017).

Baca Juga: Razman Nasution Jadi Pengacara dalam Kasus Ujaran Kebencian Jonru Ginting

HNW mengatakan, jika dubes Myanmar tidak dapat menyelesaikan konflik Rohingnya, ia menyarankan kepada Menlu untuk menyampaikan bahwa sebaiknya Dubes Myanmar meninggalkan Indonesia.

“Kalau Anda (Myanmar) tidak bisa menyelesaikan, Menlu bisa menyampaikan ‘Anda tidak disenangi Indonesia dan Anda bisa meninggalkan Indonesia’. Itu bagian yang bisa disampaikan,” imbuhnya.

Terkait kekerasan itu, Hidayat menilai Myanmar seharus mendapatkan sanksi secara khusus dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Salah satunya “dibekukan” dari keanggotaan organisasi geo-politik dan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara

“Saya kira sebagai organisasi yang terhormat di kawasan ASEAN, wajar saja kalau ASEAN memberikan sanksi terhadap Myanmar bila kemudian Myanmar “dibekukan” keanggotaannya di ASEAN karena melanggar prinsip-prinsip ASEAN terkait hak asasi manusia,” ujar Hidayat.

Baca Juga: Mengerikan! Hanya Dalam 4 Hari, Ribuan Rumah Muslim Rohingnya Habis Dibakar

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan, kekerasan terhadap Rohingnya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Hal ini bisa menimbulkan dampak negatif.

“Kita menolak dampak itu karena di ASEAN hampir seluruhnya ada relasi mayoritas dan minoritas. Semuanya penting untuk bekerja termasuk Pak Jokowi penting menyatakan pernyataan terbukanya, sekeras atau lebih keras dari pernyataan terkait bom di Paris maupun London,” terangnya.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan, pemerintah Indonesia tengah membuka komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh untuk mencari solusi guna mengatasi konflik pembantaian muslim Rohingnya.

“Saya berencana komunikasi dengan Menlu Bangladesh karena dari pagi saya berkomunikasi dengan banyak pihak dari sisi Myanmar. Kemudian ada beberapa rapat. Mungkin sore ini saya akan mencoba berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh,” kata Retno.

Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat peduli terhadap tragedi kemanusiaan Rohingnya. Saat ini, dikabarkan Indonesia telah mengirimkan banyak bantuan berupa makanan dan pakaian serta berupaya membangun sekolah dan rumah sakit untuk warga Rohingnya.

Baca juga: PKS Sebut Pembantaian Muslim Rohingnya Jauh Lebih Mengerikan Ketimbang Tragedi di London

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here