Kasus First Travel: Satgas Investasi Tegaskan Negara Tidak Akan Ganti Uang Jemaah

Kasus First Travel: Satgas Investasi Tegaskan Negara Tidak Akan Ganti Uang Jemaah

WIDIYNEWS.COM – Kasus penipuan terhadap calon jemaah umroh yang dilakukan oleh PT First Travel telah merugikan puluhan ribu calon jemaah. Terkait dana yang sudah disetorkan oleh jemaah yang menjadi korban, Satuan Tugas Waspada Investasi menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan ganti rugi.

“Pemerintah tidak menalangi uang yang menjadi korban investasi ilegal,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, di Bogor, Jawa Barat, Minggu 10 September 2017.

Berdasarkan perhitungan dari aparat kepolisian, total kerugian yang diterima oleh calon jemaah First Travel mencapai Rp 848 miliar. Total kerugian tersebut dihitung dari setoran calon jemaah umroh promo yang berjumlah 58.682 orang, ditambah dengan setoran sewa pesawat para calon jemaah dengan total Rp 9 miliar.

Menurut Tongam, tidak ada regulasi maupun dasar hukum yang bisa digunakan terhadap pemerintah untuk menanggulangi kerugian yang diterima masyarakat atas kasus penipuan tersebut. Apalagi, tidak ada indikasi pihak First Travel akan mengganti seluruh kerugian calon jemaah.

“Uang tidak akan kembali. Paling hanya 10 persen, itu pun sudah bagus. Karena uangnya tidak ada, mereka foya-foya habisin uang itu. Jadi begitu mudahnya uang itu datang dan pergi,” katanya.

Terkait kasus penipuan umroh tersebut, Satgas Waspada Investasi menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk selalu mawas diri terhadap modus-modus investasi ilegal. Tongam mengatakan, tidak ada satu pun investasi yang tidak berisiko, dan memberikan imbal hasil yang berada diluar akal pikiran.

“Negara kita berdasarkan hukum perundang-undangan, sehingga apabila ada kerugian karena investasi ilegal, pemerintah tidak akan menanggung,” ujarnya.