Home News Hukum & Kriminal Mengenal Sosok Asma Dewi, Ibu Rumah Tangga yang Ditangkap Gara-Gara Saracen

Mengenal Sosok Asma Dewi, Ibu Rumah Tangga yang Ditangkap Gara-Gara Saracen

Mengenal Sosok Asma Dewi, Ibu Rumah Tangga yang Ditangkap Gara-Gara Saracen

WIDIYNEWS.COM – Babak baru kasus ujaran kebencian (Saracen) memasuki babak baru. Kali ini, polisi kembali mengamankan seorang ibu rumah tangga yang belakangan diketahui bernama Asma Dewi karena postingannya yang kerap menghina ras dan agama.

Berdasarkan kartu tanda pengenal (KTP), Dewi diketahui berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di Ciledug Raya, Jakarta Selatan. Selama ini, Asma Dewi juga diketahui tinggal di Sulawesi Utara.

“Yang bersangkutan ditangkap, diduga melakukan tindak pidana ujaran kebecian sara dan penghinaan,” ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, kepada wartawan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017).

Awalnya, polisi menangkap Dewi karena mengunggah konten ujaran kebencian dan penghinaan agama dan ras tertentu. Namun, dari hasil pengembangannya, diketahui Dewi telah mentransfer uang sebesar Rp 75 juta ke pengurus inti kelompok Saracen. Kelompok tersebut sebelumnya diciduk lantaran menyebarkan ujaran kebencian dan konten berbau SARA di media sosial.

Mengenal Sosok Asma Dewi, Ibu Rumah Tangga yang Ditangkap Gara-Gara SaracenNama Asma Dewi disebut-sebut merupakan bagian dari Tamasya Al-Maidah. Gerakan tersebut aktif saat Pilkada DKI Jakarta pada April 2017 lalu. Mereka memobilisasi massa dari daerah ke Jakarta untuk mengawal proses pemilihan kepala daerah. Bahkan, nama Dewi beserta nomor ponselnya juga tercantum dalam panflet Tamasya Al-Maidah yang tersebar di media sosial.

Ibu rumah tangga ini ditangkap dirumah kakaknya yang menjadi anggota kepolisian di kompleks AKRI, Jalam Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2017). “Polisi aktif, kakaknya polisi aktif. Polwan dan polisi laki laki, yang polwan aktif di Mabes Polri, yang laki saya lupa. Itu yunior saya,” tambah Setyo.

Meski demikian, Setyo memastikan bahwa kedua kakaknya tidak terlibat dalam kasus yang menyeret Dewi tersebut. Namun, pihaknya juga akan memeriksa kedua kakaknya untuk melakukan pendalaman dalam kasus ini. “Tidak ada keterlibatan. Pasti nanti diminta keterangan,” jelas Setyo.

Sementara ini, Setyo belum memastikan apakah Dewi adalah bagian dari kelompok penyebar ISU Sara Saracen. “Saya belum dapat datanya itu. Mungkin iya, tapi saya belum dapat,” kata Setyo.

Saat ini, pihaknya tengah mendalami seberapa jauh peran Dewi terkait kelompok tersebut. Belum dapat dipastikan, apakah Dewi adalah pemesan, perantara atau salah satu dari anggota Saracen. “Yang jelas, dia melakukan ujaran kebencian yang menurut penyidik layak untuk ditindak. Ternyata dia mempunyai aliran dana juga ke Saracen,” kata Setyo.

Dari hasil penelusuran di Facebook, Dewi diketahui mengunggah beberapa postingan yang terlihat memberikan dukungan terhadap pasangan kepala daerah DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Meski demikian, polisi belum bisa menarik benang merah antara dukungan tersebut dengan suntikan dana ke Saracen. “Itu jadi salah satu poin nanti kami mendalami. Kami tidak boleh berandai-andai, kami harus periksa dulu,” kata Setyo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here