Pria Penghina Ibu Iriana Jokowi Dicokok di Palembang

Pria Penghina Ibu Iriana Jokowi Dicokok di Palembang

WIDIYNEWS.COMDodik Ikhwanto adalah mahasiswa Politeknik Sriwijaya (Polsri) Palembang yang kini harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran postingannya di media sosial yang kerap menghina Ibu Iriana Jokowi.

Dodik diketahui merupakan pemilik akun Instagram @warga_biasa. Pria berusia 21 tahun itu berhasil diamankan di Jalan Jepang KM 11 no 1088, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, yang merupakan kediamannya sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (11/9/2017).

Tersangka saat ini telah dibawa ke Polrestabes Bandung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Penangkapan itu dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana yang tergabung dengan Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung.

Dodik ditangkap tak lama setelah adanya laporan dari warga Bandung, Jumat (8/9/2017) dari akun @cyber.target.operation. Polisi kemudian melakukan pendalaman. Dari hasil analisa, mengarah kepada seorang perempuan berinisial DW yang diketahui tinggal di Jalan Laswi, Kota Bandung.

“Sebelumnya kami mengira pelakunya pacar DW, orang Bandung. Setelah kita amankan DW ternyata bukan dia pelakunya dan mengarah ke DI orang Palembang. Karena DI memberitahukan ke DW akun @warga_biasa itu miliknya,” ujar Yoris di Mapolrestabes Bandung, Selasa (12/9).

Dodik kini dibawa ke Mapolrestabes Bandung karena polisi menerima aduan secara langsung dari masyarakat Bandung. Yoris juga mengatakan, hubungan antara DW dan Dodik hanya kenal melalui media sosial dan belum pernah bertemu. Meski demikian, keduanya kerap berkomunikasi melalui ponsel.

Dari sejumlah postingan ujaran kebencian yang diunggah Dodik melalui akun @warga_biasa, ia kerap menautkan (tag) nama akun instagram DW. “Karena si pelaku mengakui dia adalah pemiliki akun @warga_biasa, itu kita lakukan penyelidikan lagi kita nyatakan bahwa si perempuan yang bernama DW tidak bersalah. Yang bersangkutan (DW) hanya kena tag,” kata dia.

Dari hasil penyeledikan sementara, Dodik memang kerap mengunggah ujaran kebencian di media sosial. Tidak hanya Ibu Iriana, bahkan Presiden Joko Widodo juga pernah menjadi sasarannya.

Motif awal dari hasil pemeriksaan, Dodik melakukan perbuatan ini karena kecewa dengan rezim pemerintahaan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Jokowi. “Intinya ini mereka melakukan perbuatan ini karena memang tidak senang dengan rezim saat ini. Kedua sengaja untuk membuat rame dan gaduh,” ujarnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus ujaran kebencian ini. Selain itu, polisi juga akan mendalami keterkaitan antara atribut HTI yakni berupa bendera dan gantungan kunci yang sebelumnya berhasil diamankan di kediaman pelaku. “Kita juga akan melakukan penyelidikan apakah dia ada hubungannya dengan HTI atau tidak. Kita juga akan cari apakah terlibat dengan Saracen,” katanya.

Dodik Ikhwanto dijerat pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 UU no 19 tahun 2016 tentang ITE dan pasal 29 Jo pasal 4 ayat 1 huruf E UU no 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.