Home Berita Terkini Berita Terkini. Satu Pekan Anies-Sandi Pimpin Ibu Kota Jakarta, Ini Gebrakan yang...

Berita Terkini. Satu Pekan Anies-Sandi Pimpin Ibu Kota Jakarta, Ini Gebrakan yang Dilakukan!

Berita Terkini. Satu Pekan Anies-Sandi Pimpin Ibu Kota Jakarta, Ini Gebrakan yang Dilakukan!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno seusai pelantikan, [email protected]

Berita Terkini. Satu Pekan Anies-Sandi Pimpin Ibu Kota Jakarta, Ini Gebrakan yang Dilakukan!

WIDIYNEWS.COM – Hampir satu pekan umur masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Meski baru sepekan, keduanya nampak langsung tancap gas untuk memetakan berbagai masalah yang  telah terjadi di Ibu Kota.

Diantara program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, proyek reklamasi Teluk Jakarta, Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) nampak menjadi prioritas Anies-Sandi selama enam hari masa kerjanya.

Salah satu yang begitu serius dibahas adalah mengenai pembangunan MRT. Bahkan, pihak istana telah berencana mengundang kedua pimimpin Kota Jakarta itu untuk membahas kelanjutan pembangunan proyek MRT.

Hal ini diungkapkan oleh Sekertariat Kabinet Pramono Anung di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Rabu 18 Oktober 2017 lalu. Pramono mengatakan, “Secara resmi untuk bertemu (Anies-Sandi) sampai saat ini belum ada, tetapi kalau memang ada permintaan tersebut, pada saat rapat terbatas terakhir membahas tentang LRT, MRT, dan juga hal yang berkaitan lainnya,”.

“Memang pada waktu itu, presiden memberikan arahan akan dibahas dengan pemerintahan yang baru. Artinya, dengan Gubernur Anies dan juga Wagub Sandi,” lanjutnya.

Pramono mengatakan, rapat terbatas untuk membahas proyek MRT dan LRT terakhir kali dilakukan pada Juli 2017 lalu. “Untuk itu, tentunya dalam waktu waktu dekat ini kalau nanti ada permintaan dari Pak Anies dan Pak Sandi, segera akan kita adakan, sesuai dengan arahan Presiden,”.

Ada hal lain yang akan dibahas Jokowi bersama Anies-Sandi, salah satunya pembangunan jalan dari Bundaran HI ke arah utara. Hal tersebut perlu dirapatkan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang baru. “Kita kan pada waktu ratas terakhir ada panding matters ada yang belum bisa diputuskan. Karena ini menyangkut tanggung jawab pemerintahan baru, seperti kita ketahui bersama MRT itu 51% Pemerintah DKI, 49% adalah pemerintah pusat,” papar dia.

Selain MRT, pihak istana juga akan membahas mengenai proyek reklamasi Teluk Jakarta. Pemerintah, menurut Pramono, ingin memastikan reklamasi Teluk Jakarta dapat dilanjutkan. Menurutnya, semua masalah telah diselesaikan dan pengembang telah memperbaiki persyaratan administrasi yang dikenakan sanksi.

Bahkan, lanjut Pramono, tidak menutup kemungkinan dalam pertemuan itu akan dibahas kelanjutan reklamasi pantai utara Jakarta. Sebab, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Ya semua hal yang berkaitan melibatkan pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah,” ujar Pramono.

Sementara itu, Sandiaga mengatakan, terkait reklamasi Teluk Jakarta, Pemprov DKI akan telah melaksanakan apa yang menjadi keinginan warganya, yakni menolak proyek tersebut. Sandiaga bersama Anies tidak ingin berseberangan dengan keinginan masyarakat. “Kita cari tentunya sebuah prosesi yang terbuka dan berkeadilan. Ini yang diinginkan oleh masyarakat,” kata Sandi.

Berita Terkini. Satu Pekan Anies-Sandi Pimpin Ibu Kota Jakarta, Ini Gebrakan yang Dilakukan!
Sandiaga Uno (kiri) dan Anies Baswedan (kanan). [email protected]

Sandi menegaskan, proyek reklamasi Jakarta akan dikomunikasikan lebih lanjut bersama Anies dan Presiden Jokowi. Pertemuan direncanakan berlangsung beberapa kali. “Nanti akan ada pertemuan dua sampai tiga hari ke depan. Sesuaikan jadwal dengan Pak Jokowi,” ujar dia.

Sementara itu, terkait program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Sandi mengaku akan merealisasikan program tersebut. Sandi memastikan program KJP Plus akan masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018.

Dengan demikian, warga Jakarta bisa memanfaatkannya mulai tahun depan. Anggaran untuk KJP Plus sendiri tidak masuk dalam APBD-Perubahan 2017. “Karena di (APBD) 2017 sudah diketok perubahannya,” kata Sandi di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Saat ini, ia tengah mengkoordinasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI. “KJP Plus sekarang ini sudah ditunggu masyarakat. Itu bisa dihadirkan segera,” ucap Sandi.

Seperti diketahui, KJP Plus adalah program Anies-Sandi saat berkampanye dalam Pilkada DKI 2017 lalu. Program ini masuk rencana 100 hari pertama keduanya usai resmi dilantik. Rencananya, program KJP Plus menjangkau anak sekolah usia 6-12 tahun. KJP Plus juga bisa digunakan untuk kelompok belajar Paket, A, B, dan C, madrasah, pondok pesantren, dan kurus-kurus keterampilan, serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.

Sebelumnya, Sandi Uno telah menginstruksikan kepada Direktur Utama PT Transportasi Jakarta untuk menciptakan inovasi baru. Kendati demikian, Sandi menegaskan bahwa layanan Transjakarta saat ini sudah sangat baik. “Karena kemarin kita naik Transjakarta, sebetulnya layanannya sudah cukup baik,” kata Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Oktober 2017.

Menurutnya, pihak Transjakarta dapat mencari rute untuk rekayasa lalu lintas saat terjadi kemacetan panjang. Apalagi, saat ini terdapat enam pembangunan besar di wilayah Ibu Kota Jakarta. Hal ini, menurut Sandi, untuk mempermudah para pengguna Transjakarta saat menghadapi kemacetan di beberapa titik tersebut.

Dengan demikian, Transjakarta dapat memberikan keyakinan kepada masyarakat dalam jangka pendek atau menengah untuk menggunakan kendaraan umum di Jakarta. “Cari rekayasanya, sementara kasih kemudahan kepada warga. Sehingga tidak terlalu beda jauh dengan menggunakan kendaraan pribadi dan jauh lebih terjangkau harganya,” papar Sandiaga.

Dengan cara itu, menurut dia dapat memberikan dua dampak sekaligus, yakin infrastruktur yang memadai dan kesadaran masyarakat akan kendaraan umum. “Dengan begitu ada dua pilar, satu infrastruktur dibangun dan kesadaran masyarakat menggunakan transportasi publik,” jelas Sandi.