Home Berita Terkini Buni Yani: JPU Tuduh Saya dengan Kebohongan

Buni Yani: JPU Tuduh Saya dengan Kebohongan

Buni Yani: JPU Tuduh Saya dengan Kebohongan

Berita Terkini Hari Ini. Buni Yani Menilai Jaksa Penuntut Umum Menuduhnya dengan Kebohongan.

WIDIYNEWS.COM – Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian dan UU ITE dengan terdakwa Buni Yani kembali digelar pada Selasa (24/10/2017) di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung. Sidang yang sudah memasuki ke-18 ini beragendakan membacakan replik atau jawaban atas pembelaan terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam pembacaan replik selama dua jam tersebut, JPU menolak pledoi atau nota pembelaan yang diajukan oleh terdakwa Buni Yani yang disampaikan melalui penasihat hukumnya pada minggu lalu.

“Kami membantah atas pledoi yang diajukan terdakwa. Kami tidak menerima apa yang diajukan oleh terdakwa,” kata Jaksa Andi M Taufik saat ditemui seusai sidang, Selasa pagi.

Selanjutnya, Andi mengatakan, dengan penolakan tersebut, tim Jaksa Penuntut Umum memegang teguh tuntutan yang diajukan kepada majelis hakim terhadap terdakwa Buni yani. Sebelumnya JPU meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan membayar denda Rp 100 juta rupiah subsider tiga bulan kurungan karena terbukti melanggar pasal 32 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 informasi dan transaksi elektronik, karena dinilai melakukan dengan sengaja dan tanpa hak menambah dan mengurangi informasi elektronik, dokumen elektronik milik publik atau pribadi.

Tak Hanya Gatot Nurmantyo, Sejumlah Petinggi Negara Indonesia Ini Juga Pernah Ditolak di AS

Andi mengatakan, soal tuduhan tim kuasa hukum Buni Yani yang mengatkan dakwaan dari JPU adalah cacat, sudah terbantah dari beberapa pengakuan terdakwa. “Tapi alat bukti seperti saksi, surat, petunjuk ahli dan terdakwa itu sendiri mengakui bahwa itu dari handphone terdakwa,” sebut dia.

Buni Yani Nilai Jaksa Menuduh dengan Kebohongan

Terdakwa kasus UU ITE Buni Yani menganggap lucu sikap jaksa yang tidak menanggapi peidoi atau nota pembelaan yang disampaikan oleh penasihatnya minggu lalu. Ia mengatakan, “Saya enggak jadi ngantuk karena lucu. Enggak dibales itu kita punya 166 halaman pleidoi dan dijawab dengan 22 halaman,” ujarnya saat ditemui usai sidang lanjutan dugaan pelanggaran UU ITE di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa 24 Oktober 2017.

Berita Terkini: Tarik Menarik Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Ia menilai, jaksa telah menuduhnya tanpa fakta-fakta yang ada didalam persidangan.  “Jadi semua itu kebohongan yang dia pakai menuduh saya,” kata Buni Yani seperti yang dilansir Antara.

Dalam sidang ke-18 dengan agenda tanggapan atas nota pembelaan, jaksa tidak menyinggung banyak terkait poin-poin yang disampaikan oleh penasihat hukum Buni Yani. Menurut jaksa, tanggapan atas pleidoi sudah dipertimbangkan dalam putusan sela.