Home Berita Terkini Kejanggalan-Kejanggalan Pabrik Petasan yang Terbakar Hebat di Kosambi Tangerang

Kejanggalan-Kejanggalan Pabrik Petasan yang Terbakar Hebat di Kosambi Tangerang

Kejanggalan-Kejanggalan Pabrik Petasan yang Terbakar Hebat di Kosambi Tangerang

Kabar Terkini. Kejanggalan-Kejanggalan Pabrik Petasan yang Terbakar Hebat di Kosambi, Kabupaten Tangerang.

WIDIYNEWS.COM – Pabrik petasan yang terbakar milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Kabupaten Tangerang masih menjadi misteri. Hingga saat ini belum ditemukan apa sebab musababnya yang mengakibatkan pabrik dan gudang petasan itu terbakar hebat.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan apa penyebab pasti pabrik itu bisa ludes dilalap si jago merah. Tim Pusat Labolatorium Forensik Polri telah melakukan olah tempat kejadian dan membawa beberapa barang bukti untuk mencari tahu apa pemicu kebakaran pabrik yang menewaskan hingga 47 orang itu.

Meski hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti, namun sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tragis itu pun ikut bermunculan ke permukaan. Hingga saat ini, kondisi pabrik kembang api itu masih simpang siur. Sejumlah saksi mengatakan, kondisi pintu utama pabrik terkunci saat terjadinya kebakaran.

Hal ini juga diungkapkan oleh Petugas Pemadam Kebakaran Tangerang, Darda Khadafi yang saat itu tiba dilokasi kejadian. Menurutnya, saat ia tiba dilokasi pintu gerbang dalam kondisi terkunci. “Korban ada di dalam bertumpuk, ada produksi, pintu gerbang dikunci, tidak ada akses keluar,” kata Darda.

Selain itu, sejumlah warga mengatakan bahwa karyawan menggedor-gedor pintu gerbang. Tio, pengelola gedung serbaguna Salembaran Raya di seberang pabrik kembang api itu juga membenarkan adanya fakta tersebut. Menurutnya, usai terjadi ledakan pertama, terdengar suara para karyawan yang menggedor gerbang depan pabrik tersebut.”Selain memukul-mukul gerbang itu dari dalam, mereka juga berteriak meminta tolong,” kata Tio.

Meski demikian, pihak kepolisian bersi kukuh bahwa pintu utama pabrik tersebut tidak terkunci saat terjadinya tragedi kemanusiaan tersebut. Sebab, menurut polisi ada sejumlah karyawan yang menyelematkan diri melalui pintu itu. “Jadi keterangan dari saksi, ada beberapa orang korban yang lari lewat pintu depan. Ada keluarga pemilik umurnya 70 tahun juga lari lewat pintu depan. Jadi pintu depan tak dikunci,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Argo mengatakan, para korban lebih memilih untuk menyelamatkan diri melalui bagian belakang pabrik karena saat itu bagian depan sudah terbakar. Bahkan, warga yang membobol tembok belakang pabrik untuk membantu mengevakuasi para korban. “Pas di pintu depan ada gudang terbakar juga, korban tidak berani lewat situ karena panas dan asap tebal,” kata Argo.

Nekad, Siswi Cantik Asal Samarinda Ini Sewa Hotel Bintang 4 Cuma Buat Video Porno

Selain pintu yang terkunci, polemik mengenai adanya korban yang masih dibawah umur muncul kepermukaan. Pada awalnya, polisi meyakini tidak ada korban yang berusia dibawah umur. “Kami masih dalami karena kemarin belum menemukan,” ucap Argo.

Padahal, berdasarkan keterangan Komisioner Komnas Ham Siane Indriane, pihaknya menemukan ada salah satu korban yang dirawat di RSU Kabupaten Tangerang yang masih berusia 15 tahun. “Korban bernama Siti Fatimah berumur 15 tahun tapi tidak bisa saya temui karena dirawat di ICU,” ujar Siane.

Siane juga menambahkan, kondisi Siti sangat mengerikan, ia mengalami luka bakar dengan keparahan 90 persen. Ada juga anak berusia 13 tahun yang bekerja karena dibawa saudaranya yang direkrut terlebih dahulu.

Tak hanya mempekerjakan karyawan dibawah umur, kata Siane, pabrik petasan itu juga telah memperlakukan para pekerja secara tak manusiawi. Pasalnya, para karyawan di pabrik itu hanya diupah Rp 40.000 per hari. Upah diberikan kepada puluhan pekerja secara harian.

Pernyataan Siane tersebut tak bisa disangkal lagi. Tim Disaster Victims Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, telah mengidentifikasi identitas seorang korban ledakan pabrik mercon itu. Benar saja, ada anak berusia 14 tahun tewas terpanggang di dalam pabrik itu.

“Kami bersyukur hari ini telah bisa mengidentifikasi satu korban. Namanya Surnah, kelahiran 8 Mei 2003, warga Kampung Salembaran, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang,” kata Ketua Tim DVI RS Polri Kombes Pramujoko dalam jumpa pers di Posko Ante Mortem RS Polri.