Home News Berita Nasional Jokowi Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Ajak Atlet Main Bulu Tangkis di...

Jokowi Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Ajak Atlet Main Bulu Tangkis di Istana

Jokowi Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Ajak Atlet Main Bulu Tangkis di Istana
Jokowi berfoto bersama saat memperingati hari sumpah pemuda di Istana Bogor [email protected]

Presiden Jokowi Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Ajak Atlet Main Bulu Tangkis di Istana.

WIDIYNEWS.COM – Hari memperingati perayaan Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober juga dirayakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Sabtu 28 Oktober 2017 di Istana Bogor.

Presiden Joko Widodo yang menghadiri perayaan itu mengawalinya dengan bermain bulu tangkis bersama sejumlah perwakilan atlet badminton Tanah Air yang juga hadir dalam perayaan tersebut.

Duel spesial itu berlangsung di halaman Istana Kepresidenan Bogor. Jokowi berpasangan dengan pebulu tangkis ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sementara lawannya, pemain ganda Marcus Fernaldi berpasangan dengan Gregoria Mariska.

Jokowi nampak begitu antusias dan semangat saat memukul kok menggunakan raket yang ia pakai. Sayangnya, duel spesial ini hanya berlangsung singkat. Jokowi harus melanjutkan memantau sejumlah komunitas lain yang juga hadir dan telah berkumpul dihalaman Istana Bogor.

Dalam kesempata tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu didampingi oleh Kepala Bidan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, nampak pula Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, serta didampingi juga oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Menurut Imam Nahrawi, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diadakan di Istana Bogor ini tidak hanya menghadirkan perwakilan selutuh atlet Indonesia dan komunitas dalam kesempatan tersebut, termasuk sejumlah musisi Indonesia juga turut dihadirkan dalam kesempatan tersebut.

Imam mengatakan, optimisme anak muda sangat luar biasa dalam merayakan Hari Sumpah Pemuda. “Semangat anak muda untuk menyatakan dirinya sebagai Indonesia tidak sedikit pun kita raguka,” kata Imam.