Home News Berita Nasional Sampai Hari Ini Pengguna Kartu SIM yang Sudah Registasi Ulang Capai 38...

Sampai Hari Ini Pengguna Kartu SIM yang Sudah Registasi Ulang Capai 38 Juta

Sampai Hari Ini Pengguna Kartu SIM yang Sudah Registasi Ulang Capai 38 Juta
Ilustrasi Registrasi Ulang Kartu SIM [email protected]

WIDIYNEWS.COM – Meski telah ditetapkan, namun hingga kini masih banyak para pengguna kartu SIM telepon seluler yang belum juga melakukan registrasi ulang. Tercatat, hingga hari ini, Sabtu 4 November 2017 baru sekitar 38 juta pengguna yang sudah melakukan registrasi ulang menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK).

“38 juta per hari ini,” kata Pelaksana Tugas Direktur Fasilitas Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri David Yuma di Jakarta, Sabtu, 4 November.

Saat ini, menurut David, ada 360 juta pengguna kartu prabayar yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan pelaksanaan registrasi ulang kartu SIM rampung pada Februari 2018 mendatang. “Itu registrasi ulang kartu yang sudah tersebar,” ujar David.

Diketahui sebelumnya, pemerintah telah mewajibkan kepada seluruh pengguna kartu SIM seluler untuk mendaftarkan ulang nomor yang digunakan menggunakan nomor NIK dan KK. Proses ini telah dimulai sejak 31 Oktober dan direncanakan berakhir pada 28 Februari 2018.

Para pemilik kartu SIM dapat melakukan registrasi dengan cara mengirimkan pesan kepada operator dengan konfigurasi tertentu. Selain itu, pemilik kartu juga dapat melakukan registrasi di gerai operator.

Untuk pengguna yang ingin melakukan registrasi secara mandiri, pemerintah telah membatasi satu identitas kependudukan untuk maksimal tiga nomor kartu dalam satu operator. Sedangkan untuk mendaftarkan kartu keempat dan seterusnya, pemilik kartu harus melakukan registrasi ulang di gerai operator.

Pemerintah juga akan memblokir kartu SIM yang belum melakukan registrasi ulang hingga batas yang telah ditentukan. Pemerintah menyatakan, registrasi ulang kartu SIM menggunakan nomor NIK dan KK bertujuan untuk mencegah penipuan, penyebaran kebencian, serta tindakan penyebaran hoax melalui telepon seluler.