Home News Peristiwa Pria Pelaku Penghina Habib Rizieq Resmi Dipulangkan, Ternyata Ini Alasannya!

Pria Pelaku Penghina Habib Rizieq Resmi Dipulangkan, Ternyata Ini Alasannya!

Pria Pelaku Penghina Habib Rizieq Resmi Dipulangkan, Ternyata Ini Alasannya!
Habib Rizieq Shihab

WIDIYNEWS.COM – Abdul Sukri (AS) pria yang diduga telah menghina petinggi Ormas Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab melalui media sosial baru-baru ini telah dipulangkan oleh polisi.

Kabar dipulangkannya AS dari Mapolda Jakarta Pusat ini pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. “Enggak ada, sudah dipulangkan,” ujarnya di kantor, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

Argo pun menjelaskan terkait dipulangkan pria yang diduga telah menghina Habib Rizieq itu.

Menurutnya, AS diamankan dan bukan untuk dibui. Ia diamankan dari amukan massa yang kala itu mulai gemad dengan postingan AS di Twitter.

Selain itu, polisi tidak memiliki alasan untuk menahan AS karena tidak ada laporan yang masuk terkait postingannya itu. “Enggan di penjara atau ditahan, belum ada laporan (karena delik aduan), ujarnya.

Meski demikian, Argo enggan menjelaskan lebih detail terkait dugaan penghinaan terhadap Habib Rizieq tersebut. AS hanya diamankan karena untuk menghindari amukan massa karena merasa tersinggung atas postingan AS di media sosial.

“Jadi, intinya bahwa dia menulis, di diinterogasi di RT dan RW. Karena banyak orang yang datang, maka dibawa ke polisi untuk diamankan. Karena semakin banyak orang yang datang, AS kemudian dibawa ke Polres Jakarta Pusat,” jelas mantan Kabid Humas Polda Jatim itu.

Diketahui sebelumnya, LBH Bang Japar mengamankan AS karena dianggap telah menghina Habib Rizieq Shihab di media sosial. Pria itu kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus, Ajun Komisaris Besar Tahan Marpaung pun membenarkan kabar penahan tersebut. Tahan menjelaskan, kasus tersebut baru bisa diproses apabila pihak korban, yakni Habib Rizieq melaporkan kasus tersebut.

“Kan enggak boleh, harus person-nya, kan delik aduan harus orangnya. Presiden yang dihina harus Presidennya. Enggak boleh kuasanya, harus korbannya delik aduan,” tutur Tahan.