Perawatan Kulit Khusus Penderita Diabetes

Perawatan Kulit Khusus Penderita Diabetes

Widiynews.com – Pengidap diabetes atau diabetisi memang lebih rentan mengalami masalah kulit. Mulai dari infeksi bakteri, gatal-gatal, hingga jamur di lipatan kulit yang sulit diobati. Saat kada gula darah sedang tinggi, ginjal akan menghasilkan urine dalam jumlah yang banyak untuk mengeluarkan glukosa yang berlebih.

Akibatnya, tubuh akan kehilangan cairan dan kulit akan menjadi kering akibat komplikasi diabetes berupa kerusakan saraf yang seharusnya memerintahkan kelenjar kulit untuk menghasilkan keringat.

Kulit yang kering dan pecah-pecah sangat rentan akan infeksi bakteri. Selain itu, kulit juga akan menjadi gatal. Sedangkan glukosa yang ikut keluar di dalam keringat, adalah media yang baik bagi pertumbuhan jamur di kulit. Untunglah sebagian besar penyakit ini dapat dicegah dan dapat dienyahkan bila cepat diobati. Namun, jika diabaikan, luka yang kecil sekalipun dapat menjadi besar dan menimbulkan dampak serius bagi kulit maupun tubuh secara keseluruhan.

Inilah sebabnya diabetisi harus mengetahui cara merawat kulit sehari-hari. Anda diabetisi? Ayo rawat kulit agar kulit tetap mulus. Berikut tips merawat kulit khusus penderita diabetes atau diabetisi.

  • Lindungi kulit dari sinar matahari, salah satunya dengan menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 15 atau lebih
  • Lindungi kulit dari dingin atau angin, termasuk daerah telinga dan wajah. Misalnya dengan mengenakan topi, masker, sarung tangan dan sepatu.
  • Jaga agar kulit tetap lembab. Pakailah pelembab kulit setelah mandi dan kulit dikeringkan. Pada cuaca yang panas dan kering, gunakan humidifier di dalam ruangan untuk menambah kelembapan udara. Supaya bibir tidak kering, gunakan pula pelembab bibir.
  • Mandi dengan air suam-suam kuku dan sabun yang lembut serta mengandung pelembab. Hindari mandi dengan air panas, atau berlama-lama. Setelah itu, keringkan dengan menepuk-nepuk kulit, jangan digosok.
  • Jaga agar kulit selalu bersih dan tidak basah.
  • Hindari terlalu banyak menggunakan produk untuk kulit untuk mengurangin kemungkinan terjadinya reaksi alergi atau iritasi.
  • Perhatikan dan rawat kedua kaki dengan seksama setiap hari agar ketika terdapat luka dapat segera diobati.
  • Jika terdapat gangguan pada kulit yang tidak sembuh atau tidak dapat diatasi sendiri, segera berobat ke dokter kulit.
  • Selalu sediakan salep antibiotik, kain kassa, plester hipoalergenik yang berwarna putih, tisu basah antiseptik seandainya tidak ada sabun dan air.
  • Jika kulit kaki melepuh akibat terlalu banyak berjalan, jangan dipecahkan agar tidak terjadi infeksi. Basuh daerah tersebut dengan air hangat dan sabut lembut, kemudiaan oleskan salep antibiotik dan tutup dengan kasaa.
  • Jika terdapat luka kecil, basuh luka dengan air hangat dan sabun yang lembut. Kemudian oleskan salep antibiotik dan tutup dengan kassa. Ganti perban sedikitnya sekali sehari.
  • Jika kulit mengalami iritasi, basuh dengan air hangat dan sabun yang lembut dan tutup dengan kain kassa. Periksa secara berkala untuk melihat apakah iritasi bertambah parah.
  • Jika kulit mengalami luka bakar ringan, jangan pecahkan kulit yang melepuh. Cuci dengan air hangat dan sabun yang lembut dan tutup dengan kain kassa. Ganti perban sedikitnya sekali sehari.