Dampak Buruk Gadget Bagi Kesehatan Anak

Dampak Buruk Gadget Bagi Kesehatan Anak

Widiynews.com – Hari gini tidak punya gadget? Ah, pasti katro! Kata-kata ini pasti pernah terfikirkan oleh Anda. Saat ini, ponsel bukan lagi dimiliki untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga sebagai gaya hidup. Apalagi sekarang zamannya media sosial. Tak heran jika anak-anak pun sudah lihai menggunakan ponsel pintar. Bahkan, tidak jarang mereka jauh lebih luwes menarikan jemari mereka diatas ponsel berlayar sentuh dibanding orang dewasa. Sekali dua kali sepertinya tidak apa-apa. Namun, kalau tangan dan mata si kecil sudah lengket ke ponsel pintar, rasanya pasti jengkel dan gemes.

Jangankan anak-anak, orang dewasa saja banyam yang kecanduan dengan ponsel pintarnya. Bagi anak-anak, kecanduan ini bisa lebih besar karena ia masih belum dapat mengontrol keinginan. Karena itu, orang tua wajib tahu apa dampak kecanduan gadget pada perkembangan anak. Dampak kesehatan yang paling diagungkan akibat penggunaan gadget terlalu lama diantaranya adalah kerusakan mata, obesitas, gangguan perkembangan motorik dan psikososial.

Gangguan Mata

Anda tentu bertanya-tanya, benarkah penggunaan gadget dapat menyebabkan gangguan pada mata? Jawabannya adalah ya. Gadget umumnya menghasilkan warna-warna cerah dan menarik sehingga anak menjadi jarang berkedip. Jika anak bermain dengan ponsel, video game, komputer, atau komputer tablet terlalu lama, mata lama-kelamaan akan menjadi kering dan lelah. Hal ini akan menimbulkan gejala yang disebut computer vision syndrome.

Computer vision syndrome adalah gangguan akomodasi mata yang terjadi akibat fokus penglihatan yang terkunci pada satu benda dengan jarak tertentu. Akibatnya, mata menajdi sulit difokuskan pada benda lain seusai bermain.

Obesitas

Dahulu, banyak orang tua yang mengeluhkan kalau anaknya main terus diluar. Namun sekarang, yang terjadi adalah sebaliknya, mereka mengeluh anak terlalu banyak bermain dirumah, asyik dengan gadget yang dimilikinya. Padalah, obesitas berhubungan erat dengan terjadinya diabetes, stroke, dan serangan jantung. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan dari sekarang, generasi pertama yang umurnya tidak lebih panjang dibanding orang tuanya. Banyak yang menyangka bahwa obesitas tidak perlu ditakuti pada anak-anak. Bahkan, ada banyak orang tua yang ingin anaknya terlihat gemuk. Padahal, penumpukan lemak di pembuluh darah sudah terjadi sejak usia dini. Selain itu, lemak yang terbentuk pada masa kanak-kanak juga akan menentukan kecenderungan obesitasnya pada masa dewasa.

Gangguan Perkembangan Motorik dan Psikososial

Idealnya, s eorang anak perlu disuguhkan beragam aktivitas untuk merangsang otak dan melatih kemampuan motorik, problem solving, serta kemampuan sosial. Namun, karena kurang beraktivitas diluar, banyak anak zaman sekrang yang tidak tahu lagi cara bermain basket, sepak bola, atau permaian-permainan tradisional yang dulu kita mainkan. Si kecil dapat mengalami cidera tangan akibat gerakan berulang saat bermain game. Cedera ini bisanya juga disertai nyeri leher, bahu dan pinggang. Namun, lebih berbahaya dari itu, penggunanan gagdet secara berlebihan ternyata juga dapat menyebabkan perkembangannya terganggu.

Menurut studi, terlalu banyak bermain gadget dapat membuat kemampuan belajar anak menjadi lambat, perkembangan otak terhambat, anak menjadi agresif karena adegan yang dilihatnya, serta lebih rentan mengalami gangguan kejiwaan.

Waktu dan Porsi Yang Tepat

Anda mungkin akan merasa bersalah saat si kecil bercerita bahwa ia dikucilkan teman-temannya karena tidak tahu tren game terbaru atau karena tidak punya ponsel. Namun, suatu hari ia akan berterima kasih kepada Anda karena tidak menghabiskan masa kecilnya untuk bermain game.

Gadget sudah sepantasnya tidak mendominasi kehidupan anak. Anak baru dapat diperkenalkan dengan gadget saat ia berusia di atas 3 tahun, dengan lama penggunaan maksimal satu jam setiap hari. Bahkan, ada nergara yang mewacanakan pelarangan gadget pada anak berusia di bawah 12 tahun. Pasalnya, pada masa ini anak-anak harus mendapat stimulasi yang cukup untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. IDealnya, pemberian gadget terutama ponsel diberikan pada anak yang bersuia lebih dari 16 tahun. Pada usia ini, anak diharapkan sudah dapat mengendalikan diri dan memang membutuhkan media berkomunikasi karena banyak beraktivitas secara mandiri di luar rumah. Dengan kata lain, gadget tersebut diberikan kepada anak karena ia membutuhkannya.

Mulai Dari Diri Sendiri

Perhatikan tanda-tanda kecanduan pada si kecil dan mulai ajak ia untuk melakukan aktivitas lain. Anda dapat menunjukkan bahwa ada aktivitas yang menyenangkan yang tidak melibatkan gadget. Anda bisa mengajaknya berenang, bermain bulu tangkis, bermain musik, menari, hingga mengajak mereka menghadiri event-event seru di luar rumah.

Si kecil mungkin sulit menghentikan hobinya bermain dengan gadget. Sesekali boleh saja, tapi jangan lupa berikan batas waktu dan buat aturan kapan ia boleh bermain dan kapan tidak boleh. Kecanduan terjadi jika Anda tidak bersikap tegas dan membuat batasan.

Sumber: Berbagai Media Massa