Nyeri Pungung? Awas Bahaya Sindrom Kauda Equina

Awas Bahaya Sindrom Kaukada Equina

Widiynews.com – Keluhan akibat jepitan sarag tulang belakang terkadang bisa hilang dengan sendirinya, sirna usai pengobatan atau memerlukan tindakan operasi. Pada beberapa kasus, jepitan tulang belakang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf.

Akibatnya terjadi gangguan fungsi pada organ yang dipersarafi. Salah satunya kondisi yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada sistem saraf tulang belakang yang dikenal dengan sindrom kaukada equina. Diperkirakan angka kejadiannya 2 persen dari kasus jepitan tulang belakang akibat penonjolan bantalan sendi.

Meski jarang terjadi, sindrom kaukada equina perlu mendapat perhatian, karena merupakan kondisi darurat dan perlu tindakan segera. Dapat terjadi akibat penekanan bagian bawah sistem saraf tulang belakang. Timbulnya masalah ini, dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :

  • Adanya penyempitan pada kanalis spinalis (saluran tempat saraf tulang belakang) oleh berbagai sebab
  • Adanya kelainan tulang belakang, atau terdapat tumor yang menekan saraf
  • Infeksi tulang belakang, fraktur proses inflamasi, atau terjadi pendarahan.
  • Komplikasi cedera saraf tulang belakang yang paraj akibat kecelakaan, terjatuh, terkena peluru atau luka bekas tusukan.
  • Kelainan sejak lahir.

Gejala Sindrom Kaukada Equina

Sindrom kaukada equina ditandai dengan terjadinya beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Nyeri punggung
  • Nyeri, rasa ba*l, atau kelemahan pada satu atau kedua kaki, yang mengakibatkan penderita tidak dapat berdiri atau berjalan
  • Terjadi perubahan sensasi pada kaki, dan paha bagian dalam bagian belakang tungkai bawah, atau pada telapak kaki.
  • Terdapat rasa nyeri ba*l pada daerah antara kemaluan dan anus, daerah tempat bersentuhan dengan sadel jika naik sepeda.
  • Gangguan pada proses BAK dan BAB, tidak dapat menahan (ngompol), atau malah sulit mengeluarkan kotoran.

Diagnosis

Untuk memastikan ada tidaknya jepitan pada saraf, pemeriksaan yang paling signifikan adalah dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yangd apat menentukan dimana letak jepitan dan seberapa parah jepitan tersebut terjadi.

Pengobatan

Penderita sindrom kaukada equina membutuhkan penanganan secepat mungkin untuk melindungi tekanan pada saraf. Pembedahan harus dilakukan segera untuk mencegah kerusakan saraf yang permanen, seperti kelumpuhan kaki, kehilangan kontrol pada an#s dan berkemih (penderita jadi mudah ngompol dan buang air besar tanpa disadari).

Tindakan yang dilakukan 48 jam setelah terjadinya gejala memberikan hasil yang baik. Keluhan berkurang dan kerusakan saraf dapat dihindari. Jika lewat dari 48 jam, maka hasilnya biasanya kurang memuaskan, dan masih terdapat gangguan yang permanen.

Pada beberapa kasus, meskipun sudah dilakukan tindakan pembedahan, masih terdapat gangguan yang berlangsung lama hingga tahunan. Gangguan bergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi.

Sumber : Dirangkum dari Berbagai Sumber

Baca : Dampak Buruk Gadget Bagi Kesehatan Anak