Home Nasional Setnov Resmi Jadi Tahanan, M Nazarudin: Yakinlah KPK Mampu

Setnov Resmi Jadi Tahanan, M Nazarudin: Yakinlah KPK Mampu

Setnov Resmi Jadi Tahanan, M Nazarudin: Yakinlah KPK Mampu

WIDIYNEWS.COM – Ketua DPR RI Setya Novanto yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus e-KTP resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazarudin yang telah mengungkap siapa saja yang menerima uang korupsi e-KTP ini mengaku sangat mendukung langkah KPK untuk menahan Setnov.

“Yakin lah KPK mampu. Yang penting saya udah beritahu semua. Si A, si B, si C sudah semua. Percayakan saja sama KPK,” kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2017).

Baca Juga: Prediksi Cuaca Jabodetabek Pagi Ini Diperkirakan Cerah Berawan

Dalam kasus mega korupsi ini, Ketum Golkar itu diduga telah bersama-sama Andi Narogong mengantongi dana korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik Tahun 2011-2012 yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 2.3 triliun.

Selama proses hukumnya, penyidik KPK sempat menerbitkan surat penangkapan dan memasukkan nama Setya Novanto ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Akhirnya, pada Jumat (17/11/2017), lembaga antirasuah itu menahan Setnov selama 20 hari di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK selama 20 hari kedepan.

Namun, karena kondisi kesehatan Novanto setelah sebelumnya mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Permata Hijau Jakarta, penyidik membantarkan penahanan Novanto di RSCM.

Usai menjalani serangkaian tes kesehatan, akhirnya pada Minggu 19 November 2017, penyidik KPK akhirnya resmi menahan Ketua Umum Partai Golkar itu di rutan KPK.

Selain berperan dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP, Novanto juga diduga berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek e-KTP.

Setya Novanto diduga mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR. Selain itu, ia juga diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP sewaktu menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR.