Home Editor's Picks Golkar Disarankan Segera Cari Pengganti Setya Novanto

Golkar Disarankan Segera Cari Pengganti Setya Novanto

Golkar Disarankan Segera Cari Pengganti Setya Novanto

WIDIYNEWS.COM – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu 19 November 2017 lalu resmi menahan tersangka kasus mega korupsi e-KTP Setya Novanto. Ketua DPR RI itu kini harus mendekam di Rutan Negara Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK selama 20 hari kedepan.

Menanggapi penahanan KPK terhadap Ketua Umumnya, Inisiator Generai Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendesak Golkar harus segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari ketua umum baru sebagai pengganti Novanto.

“Dengan sudah ditahannya SN, saya kira tidak ada alasan lain lagi, wajib hukumnya, Golkar harus segera melakukan pergantian kepemimpinan, mencari ketua umum yang baru,” kata Doli Kurnia di Jakarta, Selasa.

Menurut Doli, proses Munaslub dapat dilakukan dengan menggelar Rapat Pleno untuk menunjuk pelaksana tugas Ketua Umum yang tugasnya menyelenggarakan Munaslub.

Baca Juga: Setnov Resmi Jadi Tahanan, M Nazarudin: Yakinlah KPK Mampu….

Lanjut Doli, dua tiga hari berikutnya, DPP Golkar bisa mengadakan Rapimnas untuk mendapat kesepakatan dan dukungan dari DPD Provinsi seluruh Indonesia sekaligus menetapkan waktu dan tempat penyelenggaran Munaslub.

“Idealnya, tidak boleh lebih dari satu bulan ke depan, Munaslub sudah harus digelar. Dua minggu lagi dari sekarang pun, bila semua stakeholder berkomitmen, serius, dan sungguh-sungguh, terutama DPP, saya kira juga sudah bisa dilaksanakan,” kata dia.

Ia juga mengatakan, pergantian kepemimpinan diperlukan mengingat Partai Golkar butuh memulihkan citra dan mendapatkan kembali dukungan dan kepercayaan dari masyarakat setelah berbagai kasus korupsi menjerat pengurus dan anggotanya.

Terkait calon pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar itu, menurut Doli, harus mencerminkan perubahan di dalam partai dan figur ketua umum pengganti harus kontras dengan kepemimpinan Setya Novanto.

“Jangan yang jadi Plt. adalah orang yang juga dikenal oleh publik dekat dengan SN atau yang ikut melindunginya selama ini. Apalagi orang itu jadi ketua umum pula, celaka buat Golkar. Kalau itu yang terjadi, citra permisif dan lekat dengan isu korupsi masih tetap ada,” kata dia.

 

BAGIKAN :