Berita Terkini, Peristiwa

Berita Kasus e-KTP Terkini: KPK Kembali Periksa Mantan Ketua DPR

Berita Kasus e-KTP Terkini: KPK Kembali Periksa Mantan Ketua DPR Widiynews.com – Mantan Ketua DPR RI Ade Komarudin akan menjalani pemeriksaan terkait...

Berita Kasus e-KTP Terkini: KPK Kembali Periksa Mantan Ketua DPR

Widiynews.com – Mantan Ketua DPR RI Ade Komarudin akan menjalani pemeriksaan terkait kasus berjamaah e-KTP. Sebelumnya, Ade diperiksa sebagai saksi tersangka Andi Agustinus atau Andi Narogong dalam kasus yang sama.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, pada sidang e-KTP kali ini, Ade akan diperiksa sebagai saksi untuk Ketua DPR RI, Setya Novanto.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto (SN),” kata Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Selain memeriksa Ade, KPK juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya, yakni Hilda Yulistiawati yang diketahui berprofesi sebagai notaris dan Direktur Pendaftaran Penduduk pada Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Drajat Wisnu Setyawan.

Sementara itu, Ade sendiri telah membantah menerima aliran dana e-KTP dari mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Irman yang dikirim oleh Ketua Panitia Pengadaan proyek e-KTP saat itu Drajat Wisnu Setyawan.

“Kan Anda semua sudah tahu karena itu ada di persidangan. Dalam sidang Pak Drajat ditanya, Pak Drajat bilang tak tahu,” ucap Ade Komarudin.

Dalam persidangan perkara e-KTP, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Drajat mengaku telah menerima dana sebesar 40 ribu dolar AS dari proyek yang menelan Rp 5,92 triliun itu.

“Saya dapat 40 ribu dolar AS dari Pak Sugiharto, uangnya saya simpan dan sudah dikembalikan ke KPK 40 ribu dolar AS,” kata Drajat dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dalam dakwaan Sugiharto dan Irman, Drajat selaku ketua panitia pengadaan justru disebut menerima sebesar 615 ribu dolar AS dan Rp 25 juta. “Uang diterima setelah selesai e-KTP-nya, saya khilaf menerima uang itu,” tambah Drajat.

Kini telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangak dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berjamaah e-KTP tahun 2011-2012 pada Kemendagri.

Setnov disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka. KPK menetapkan saudara SN (Setya Novanto) anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai tersangka karena diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena kedudukannya atau jabatannya sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam paket pengadaan KTP-e pada Kemendagri,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK Jakarta, Senin (17/7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *