Bukan Cuma Indonesia, Vietnam Juga Jadi Korban Kecurangan Malaysia di SEA Games 2017

WIDIYNEWS.com – Lagi-lagi sang tuan rumah penyelenggara SEA Games 2017 menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya adalah Indonesia karena beberapa waktu lalu menjadi korban kecurangan pada ajang itu.

Dan kini, Malaysia kembali menjadi sorotan, kali ini korbannya adalah Phan Thi Bich Ha, atlet cabang jalan cepat asal Vietnam.

Diketahui, pada 23 Agustus lalu, Pha mengikut perlombaan jalan cepat dengan atlet Malaysia, Elena Goh Ling Yin guna memperebutkan medali emas.

Saat itu, Pha tertinggal jauh dari Elena yang ternyata bisa lebih dulu sampai di garis finish.

Namun, bukannya mendapat sambutan, kemenangan Elena ternyata mendapat protes keras dari sejumlah kalangan, salah satunya adalah tim pelatih jalan cepat Vietnam. Hal ini lantaran Elena terbukti melanggar peraturan jalan cepat.

Menurut salah media di Vietnam, Zing, menyebut, sang atlet tuan rumah itu tidak berjalan cepat, tetapi justru berlari.

Loading...

“Sebagai aturan, atlet dengan berjalan kaki tidak boleh meninggalkan dua kaki dari tanah pada saat bersamaan. Atlet yang melanggar peraturan tiga kali akan didiskualifikasi,” tulis media Vietnam, Zing.

Media Vietnam itu kemudian menghubungi peraih emas jalan cepat Sea Games 2013 Nguyen Thi Thanh Phuc untuk meminta penilaian. Nguyen pun sependapat bahwa Elena, atlet tuan rumah itu secara jelas melanggar peraturan.

“Sore ini saya melihat, atlet tuan rumah telah melakukan gerakan teknis yang tidak stabil di sebagian besar balapan. Di babak terakhir, teknik atlet ini sangat “melayang”, banyak pelanggaran teknis,” kata Nguyen.

Pha, merasa kecewa dengan cara Elena dan penilaian wasit. Meski merasa dicurangi, Pha memilih untuk tidak berkomentar tentang masalah ini.

“Secara hukum, setelah tiga pelanggaran, pemain akan tersingkir. Tapi televisi tidak langsung merekam di jalan keseluruhan, mereka tidak melaporkan pesan kesalahan jadi saya tidak tahu berapa banyak kesalahan yang dilakukan pemain Malaysia.” ujar Pha.

Atlet kelahiran 1990 mengatakan berjalan sangat sensitif. Wasit jalan menentukan apakah atlet telah melakukan pelanggaran dengan mata telanjang, oleh emosi, jadi “bila Anda pikir itu benar maka orang lain salah.”

Simak videonya dibawah ini.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!