Now Reading
Wahai Novanto, Menyerahlah Engkau…….

Wahai Novanto, Menyerahlah Engkau…….

Berita Terkini: Wahai Setya Novanto Menyerahlah Engkau dan Tak Perlu Bersembunyi!

WIDIYNEWS.COM – Rumah Ketua DPR RI Setya Novanto pada Rabu malam (15/11/2017) sekitar pukul 21.38 WIB disambangi tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Beredar informasi jika penyidik KPK siap menjemput dan menangkap Setnov, sapaan Setya Novanto.

Jadi Tersangka Lagi, Ini 14 Fakta Mengejutkan Soal Novanto yang Terungkap Dipersidangan

Tindakan ini dilakukan lantaran Novanto sudah beberapa kali mangkir dalam panggilan KPK, terkait kasus dugaan megakorupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Untuk pemeriksaan perdananya, setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, pada Rabu 15 November 2017, Novanto juga kembali ogah memenuhi panggilan penyidik.

Novanto beralasan bahwa pemeriksaan terhadapnya harus mendapat izin dari Presiden Jokowi. Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 245 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 terkait MPR, DPR, DPD, DPRD, (UU MD3) yang dijadikan dalil oleh Novanto untuk mangkir menjalani pemeriksaan.

Tindakan Novanto pun dibanjiri kritikan dari berbagai pihak. Justru, melalui kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi, ia menggugat beberapa pasal UU Nomor 30 Tahun 2012 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Loading...

Waduh, Saat Proses Syuting Ternyata Kru “Keluarga Tak Kasat Mata” Sempat Kerasukan

Proses gugataan atau judicial review ke MK ini pula yang dijadikan alasan Setya Novanto untuk kembali tidak memenuhi pemeriksaan KPK. Novanto beralasan, KPK harus menunggu keputusan MK jika ingin memeriksa dirinya dalam kasus e-KTP.

Pihak KPK melalui juru bicara Febri Diansyah menekankan penjemputan paksa merupakan salah satu opsi yang bisa diterapkan pihaknya. Namun, ia menegaskan KPK sudah menerbitkan surat penangkapan terhadap Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

See Also
Berita Terkini : Ryamizard Serahkan Jabatan Menhan Ke Prabowo Subianto

Surat penangkapan ini, karena Novanto sudah berulang kali mangkir diperiksa sebagai saksi. Alasan pemeriksaan yang harus menunggu izin dari Presiden Jokowi dan hak imunitas anggota dewan, dinilai tidak relevan. “KPK menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap saudara SN (Setya Novanto) terkait dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik,” kata Febri di gedung KPK, Kamis dini hari, 16 November 2017.

Setya Novanto Bisa Masuk DPO?

Selama empat jam lebih, tim penyidik KPK yang menyambangi rumah Novanto terus menunggu. Beberapa penyidik tampak bolak-balik membawa dokumen hinga tas ransel hingga pukul 02.25 WIB. Namun, sosok Novanto juga tidak terlihat dan masih menjadi misteri.

Febri menegaskan, agar proses hukum dapat berjalan, Novanto pun diminta bersikap kooperatif dengan menyerahkan diri ke KPK. “Sampai dengan tengah malam ini, tim masih di lapangan, pencarian masih dilakukan,” ujarnya.

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top