Skype Tiba-Tiba Menghilang dari App Store China

Skype Tiba-Tiba Menghilang dari Toko Aplikasi Apple di China

WIDIYNEWS.COM – Sebelumnya diberitakan Aplikasi perambaan milik UC Browser mendadak hilang dari toko aplikasi milik Google, Play Store. Dan kini, aplikasi pesan dan panggilan milik Microsoft Corp. mengalami hal serupa.

Diberitakan, layanan panggilan Skype telah dihapus dari App Store milik Appe dan Android di China sejak Oktober 2017 lalu. Kabarnya, aplikasi tersebut tidak sesuai regulasi yang telah ditetapkan di negara tersebut.

Pihak Microsoft mengatakan, penghapusan aplikasi milik mereka itu hanya sementara. Pihaknya kini sedang berusaha agar Skype dapat diakses kembali.

”Kami diberi tahu oleh Kementerian Keamanan Umum Cina bahwa beberapa layanan pesan suara berbasis internet tidak sesuai dengan regulasi di sana,” ungkap Apple seperti dikutip BBC, Rabu (22/11). Oleh karena itu, aplikasi Skype lalu dihapuskan dari app store di Cina.

Meski versi iOS juga dihapus dari App Store di China, namun Microsoft mengklaim menghilangnya aplikasi miliknya itu hanya sementara.

”Kami yakin dengan manfaat yang bisa Skype berikan bagi pengguna di seluruh dunia karena layanan ini memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi mereka,” ungkap Microsoft.

Saat ditanya sejak kapan Skype tak bisa diakses di China, pihak Microsoft memilih enggan bicara. Juli lalu. Microsoft menolak untuk menyerahkan lebih dari 60 jaringan pribadi virtual (VPN) yang dianggap tidak sesuai regulasi negara China. Pekan ini, Apple telah menghapus 674 aplikasi VPN atas permintaan pemerintah China. Alasannya, VPN itu dianggap telah melanggar aturan China.

Skype menambah panjang deretan platform internet termasuk Google, Facebook, dan Twitter yang tidak bisa diakses penduduk China.

Baca Juga: Cara Ampuh Mempercepat Koneksi Internet untuk Semua Jenis Smartphone Android

Beberapa tahun belakangan ini, Beijing telah mengusahakan sekumpulan aturan dan regulasi yang memunculkan kekhawatiran dari perusahaan asing yang ingin membuka kantor di China seperti dilaporkan Reuters.

Tahun lalu pemerintah China meregulasi tulisan di dunia maya untuk mengendalikan internet sebab mempersepsikan internet sebagai domain penting untuk mengontrol opini publik dan mengeliminasi sentimen anti Beijing.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!