Brigjen Pol Siswadi Berencana Gugat PKS Gara-Gara “Dipalak” Milyaran Rupiah

Widiynews.com – Brigjen Polisi Siswandi mengaku kecewa dengan DPD PKS Kota Cirebon. Ia merasa langkahnya untuk maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cirebon 2018 telah dijegal oleh Partai Keadailan Sejahtera (PKS).

Petinggi polisi yang sempat menjabat di BNN itu berencana melayangkan gugatan untuk partai berlambang padi dan bulan sabit kembar itu.

“Langkah konkretnya saya serahkan kepada tim advokasi kami. Tentunya kita akan gugat,” jelasnya saat ditemui di Kantor DPD PAN Kota Cirebon di Jalan Kalitanjang, harjamukti, Cirebon, Sabtu (13/1/2018).

Pihaknya akan berkoordinasi dengan DPW dan DPP untuk menempuh langkah melalui partai. Namun, dirinya mengaku hanya memiliki waktu singkat, yaitu tiga hari. Selain gugatan melalui partai, ia juga berencana akan mengambil upaya hukum.

“Harus ada surat kuasa dulu dari partai, waktunya hanya tiga hari. Tim advokasi kami juga akan mengambil langkah hukum, kita bisa arahkan ke PTUN, kan bisa panjang,” lanjutnya.

Siswandi menuturkan, PKS enggan mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Siswandi-Euis di Pilwalkot Cirebon 2018, padahal sudah ada komitmen koalisi dengan Gerindra dan PAN. Siswandi mengaku dipalak PKS di detik-detik akhir pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon.

Ditempat yang sama, Ketua DPP PAN Kota Cirebon, Dani Mardani mengaku sangat kecewa dengan sikap PKS. Partai saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut.

Awalnya, Siswandi diusung oleh “Koalisi Umat” yang digawangi oleh partai Gerindra, PAN, dan PKS. Namun koalisi umat di Cirebon itu pecah, karena kata Siswandi, pemintaan mahar ini.

Terkait

Lainnya:

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More