Berita Terkini: KPK Berencana Lelang Aset Setya Novanto, Jika….

Berita Terkini: KPK Berencana Lelang Aset Setya Novanto

Widiynews.com – Mantan Ketua DPR Setya Novanto telah dieksekusi terkait kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis elektronik. Dalam perkara tersebut, Novanto divonis kurungan 15 tahun dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp USD 7.3 juta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, “Setelah eksekusi tentu ada waktu yang diberikan undang-undang ya, terpidana wajib membayar uang pengganti itu,” ujarnya, Kamis (3/5/2018).

Menurut Febri, jika Novanto tak mampu membayar uang pengganti tersebut, maka KPK akan menyita seluruh aset kekayaannya untuk memenuhi uang pengganti tersebut. Hal ini berdasarkan putusan hakim Pengadilan Tipikor terhadap mantan Ketua DPR itu.

“Terpidana wajib membayar uang pengganti. Kalau tidak membayar atau tidak sanggup akan dilakukan penyitaan terhadap aset-aset dari terpidana hingga dilakukan proses lelang untuk memenuhi uang pengganti tersebut,” jelasnya.

Febri juga mengatakan, proses eksekusi terhadap Novanto akan dilakukan dalam waktu dekat. Rencananya, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu akan dipindahkan ke Lapas Sukamiskin, Bandung.

“Sekarang sedang proses administrasi, dalam waktu dekat saya kira minggu ini sudah diselesaikan proses eksekusi pidana penjaranya, tentunya ke (Lapas) Sukamiskin,” ucap dia.

Dalam perkara kasus mega korupsi e-KTP, Setya Novanto disebut telah memperkayar diri sendiri dengan mengantongi USD 7.3 juta. Novanto juga memperkaya orang lain dan korporasi dalam proyek yang diduga telah merugikan negara hingga RP 2.3 triliun.

Karena perbuatannya, Novanto dijatuhi vonis penjara 15 tahun dan diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Tak hanya itu, mantan Ketua DPR RI itu juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar USD 7.3 dikurangi Rp 5 miliar yang telah dikembalikan ke rekening KPK.

Hak berpolitik Setya Novanto juga telah dicabut oleh Hakim Pengadilan Tipikor. Novanto tidak diperbolehkan menduduki jabatan publik selama 5 tahun sejak dirinya menjalani masa pidana pokok.

Terkait

Lainnya:

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More