KPK Berencana Selidiki Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno

KPK Berencana Selidiki Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno

WIDIYNEWS.COM – Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno diduga memberi mahar politik Rp 1 triliun ke pada dua partai, yakni PKS dan PAN agar dirinya diusung menjadi calon wakil presiden. Ketua KPK, Agus Raharjo mengatakan, pihaknya akan menyelidiki dugaan mahar politik tersebut.

“Ya itu benar atau enggak, kan kita perlu menyelidiki. Kita selidiki dulu lah,” ujar Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).

Menurut Agus, pihaknya tidak bisa begitu saja mendalami adanya dugaan mahar politik tersebut. Terlebih, kabar dugaan mahar politik itu sebelumnya telah dibantah oleh Sandiaga Uno. Meski demikian, Agus memastikan pihaknya tidak akan ragu untuk menjerat seseorang penyelenggara negara jika nantinya terbukti melukan praktik suap.

“Yang jelas, kalau diberikan oleh penyelenggara negara kepada penyelenggara negara yang lain, itu termasuk ranah yang kita tangani,” kata Agus.

Agus mengatakan, dirinya belum bisa memastikan apakah uang yang diduga dijadikan mahar itu berasal dari uang suap yang dilakukan PT DGI atau NKE. Dimana mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu pernah menjabat sebagai Komisioner di perusahaan yang kini berstatus tersangka di KPK itu. “Kita belum menyelidiki,” tandas Agus.

Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mendatangi KPK untuk melaporkan harta kekayaan. Laporan itu terkait syarat sebagai pencalonan dirinya untuk menjadi bakal wakil presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno membantah dirinya terlibat praktik mahar politik senilai Rp 500 miliar yang ia berikan kepada PAN dan PKS. “Saya ingin berterimakasih pada Pak Caya Arefa yang sudah menerima pelaporan e-LHKPN, yang saya masukan sebagai syarat pencalonan sebagai calon wakil presiden. Saya ditemani oleh tim yaitu Pak Sudirman Said,” kata Sandiaga Uno. “Tadi juga ada pernyataan kepada Pak Cahya bahwa saya membantah dan saya menggaris bawahi bahwa tidak benar, tidak ada (mahar) dan itu tidak benar,” jelasnya di Gedung KPK, Selasa (14/8/2018).

Bakal Calon Wakil Presiden itu memang tidak menjelaskan secara detail berapa jumlah harta yang ia laporkan. Namun, ia memastikan Pilpres akan dilakukan secara transparan dan bersih. “Saya menghargai proses ini dan saya ingin pemilu transparan, bersih, dan menjawab aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!