Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Wali Kota Depok Ini Mendadak Mengalami Masalah Ingatan

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi.

Widiynews.com – Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pembebasan lahan di Jalan Nangka, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp10 miliar akibat penyelewengan itu.

Nur Mahmudi maupun keluarganya belum memberikan keterangan apa pun tentang penetapan tersangka itu. Bahkan, kondisi Nur Mahmudi dikabarkan belum stabil setelah sempat sakit.

Loading...

“Bapak saat ini masih istirahat, beliau sedang masa pemulihan karena sempat jatuh sakit,” kata Tafi, seorang staf Nurmahmudi, saat ditemui di rumah Nur Mahmudi di Perumahan Griya Tugu Asri, Depok, pada Rabu 29 Agustus 2018.

Nur Mahmudi, kata Tafi, sempat menjalani perawatan medis beberapa hari di rumah sakit setelah terjatuh saat mengikuti lomba Tujuh Belasan beberapa waktu lalu. “Saat itu kepalanya terbentur. Sebelumnya, kan, juga sedang sakit. Bapak juga ingatannya belum stabil,” katanya.

Dia belum tahu persis perkembangan atas kasus yang menjerat mantan Menteri Kehutanan sekaligus politikus senior PKS itu. Sementara ini Nur Mahmudi dan keluarganya memasrahkan sepenuhnya kasus hukum itu kepada pengacara.

Nur Mahmudi ditetapkan sebagai tersangka korupsi atas pembebasan Jalan Nangka tahun anggaran 2015 oleh Polresta Depok. Kala itu, Nur Mahmudi menjabat wali kota. Polisi juga telah menetapkan Hari Prihanto, mantan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Depok, sebagai tersangka.

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More