Mantan Sekjen Golkar Resmi Jadi Tahanan KPK

Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham Resmi Jadi Tahanan KPK

Widiynews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Idrus jadi tahanan lembaga antirasuah itu setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/8).

“Ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Saat tiba di Gedung KPK, Idrus didampingi oleh pengacaranya, Samsul Huda. Mantan Menteri Sosial itu nampak pula mengenakan rompi tahanan oranye berlogo Tahanan KPK.

[artikel number=4 tag=”kpk,jokowi,pilpres-2019” ]

Loading...

Menurut KPK, Idrus berperan dalam pemberian uang suap terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Ri Eni Maulani Saragih. Idrus berperan mendorong Eni agar menerima uang Rp 4 miliar pada November dan Desember 2017, serta Rp 2.2 miliar pada Maret dan Juni 2018.

Semua uang itu diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, selaku pemegang saham Blackgould Natural Resources Limited.

Diketahui, Eni Maulani Saragih sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait proyek pembangkit listrik 35 ribu megawat ini. Eni diduga telah menerima suap atas kesepakatan kontrak kerja sama itu.

Eni diduga telah mengantongi suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2.5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Commitment fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka karena memberikan suap kepada Eni.

Menurut KPK, dalam pengembangan penyidikan diketahui bahwa Idrus ikut membantu dan bersama-sama dengan Eni Maulani menerima suap.

Terkait

Lainnya:

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More