Widiynews
Berita Gaya Hidup Masa Kini

Antara Gus Miftah dan Kisah Mesra Bernuansa Ketuhanan di Sebuah Klub Malam

Media sosial dihebohkan video viral ulama Gus Miftah ajak selawat wanita bergaun seksi di klub malam Bali.

Widiynews.com – Ada kisah mesra bernuansa ketuhanan. Kisah ini berasal dari klub malam. Gus Miftah adalah sosok yang “membawa” kisah dakwah ini ke masyarakat.

Kisah ini berawal dari video viral seorang ulama, yang tak lain dan tak bukan adalah Gus Miftah, mengajak para wanita bergaun seksi di salah satu klub malam di Bali untuk berselawat. Itu terjadi di Boshe VVIP Club Bali.

“Awalnya mereka menolak, tapi lama-lama mengerti,” kata Gus Miftah saat berbincang, Selasa (11/9/2018).

[artikel number=4 tag=”berita-viral,gus-miftah” ]

Antara Gus Miftah dan Kisah Mesra Bernuansa Ketuhanan di Sebuah Klub Malam

Pendakwah 37 tahun itu bernama lengkap KH Miftah Maulana Habiburrahman, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Muncul pro dan kontra setelah video dakwah di klub malam itu viral.

“Yang viral jadi kontroversi itu tempat maksiat dan lain-lain. Persoalan adab, etika, dan sebagainya, saya pahami. Saya tidak terganggu, saya nggak apa-apa,” kata dia menanggapi kontroversi. Dia mengaku membeli tiket sendiri untuk berangkat dari Jogja ke Bali.

Selain dakwahh di klub malam di Bali, dia juga telah beberapa kali menggelar pengajian bagi pegawai di salon plus-plus dan tempat prostitusi, termasuk di kawasan Pasar Kembang (Sarkem) Yogyakarta.

“Ini caraku, ini jalan dakwah, saya tidak pernah menghakimi mereka. Artinya, saya berpikir, ngaji bukan hanya persoalan pahala dan dosa. Surga-neraka, seburuk apapun mereka, tidak kehilangan mereka dalam hatinya,” tutur Gus Miftah.

Ada pegawai dan tamu klub malam yang menangis tersedu-sedu saat kajiannya berlangsung. Ada pula yang berteriak saat salat hendak dimulai, bukan karena marah tapi karena orang yang berteriak itu juga ingin ikut salat. Cerita kemesraan ini dituturkan Gus Miftah di Ponpes Ora Aji, Rabu (12/9/2018) kemarin.

Yang menjadi tujuannya adalah mengajak berselawat, bukan menghakimi para pekerja tempat hiburan malam. Menurutnya, yang paling berhak menghakimi adalah Allah SWT. Mereka para pekerja remang-remang juga punya hak untuk mendapatkan kemesraan dengan penciptanya.

“Silakan salahkan saya, tapi jangan halangi mereka (pekerja hiburan dan dunia malam) untuk kembali bermesraan dengan Tuhan,” kata dia.

Ternyata jalan dakwah ini bukan baru kemarin sore dia lakoni. Dia sudah berdakwah 14 tahun di Sarkem. Laku ini bukan cuma cari sensasi. Ada sosok yang menginspirasinya melakukan ini, yakni almarhum Gus Miek alias KH Hamim Djazuli. Gus Miek dikenal sebagai kiyai nyentrik asal Ploso, Kediri. Gus Miek juga berdakwah keluar masuk lokalisasi, klub malam, tempat perjudian, hingga sarang penjahat.

Berita Terkait
Loading...
loading...

Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More