Waketum MUI Berharap Aksi Dakwah Gus Miftah di Klub Malam Dapat Didukung!

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mendukung dakwah Gus Miftah.

Widiynews.com – Aksi Gus Miftah berdakwah di klub malam semakin dibicarakan banyak orang. Sempat menuai pro dan kontra soal dakwahnya di tempat hiburan malam, namun Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mendukung dan berharap aksinya dapat didukung oleh semua kalangan.

“Jadi kalau ada ustadz, kyai atau ulama yang berani melakukan dakwah di tempat-tempat seperti itu menurut saya harus diberikan dukungan dan support,” kata Zainut, Kamis (13/9/2018).

[artikel number=4 tag=”mui,gus-miftah,prabowo-subianto” ]

Waketum MUI Berharap Aksi Dakwah Gus Miftah di Klub Malam Dapat Didukung!

Dakwah Gus Miftah di dunia remang-remang perlu didukung sepanjang dakwahnya dilakukan dengan cara yang benar, sesuai ketentuan, dan niat yang ikhlas. Dakwah demikian justru lebih baik ketimbang dakwah yang ternyata berisi ujaran kebencian.

“Menurut saya dakwah di tempat seperti itu nilainya lebih mulia dari pada dakwah di tempat yang baik dengan komunitas yang baik tapi isi dakwahnya mengajak kepada kejahatan, penuh dengan ujaran kebencian, fitnah dan mengadu domba antarkelompok masyarakat,” tutur Zainut.

Dia menjelaskan inti dakwah adalah mengajak manusia untuk menuju jalan kebaikan dengan cara yang bijaksana. Sasaran dakwah tidak terbatas kepada kelompok masyarakat yang sudah baik namun juga perlu dilakukan kepada masyarakat yang belum baik.

“Bahkan menurut saya justru kelompok ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus, misalnya daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, kelab malam atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan,” kata Zainut.

Aksi Gus Miftah atau KH Miftah Maulana Habiburrahman menjadi viral setelah video kajian keagamaannnya di sebuah klub malam di Bali beredar di internet. Gus Miftah adalah pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Dia sudah delapan tahun menekuni dakwah di klub malam, 14 tahun berdakwah di kawasan prostitusi Yogyakarta, Pasar Kembang (Sarkem).

Gus Miftah Dicap Cari Sensasi

Video KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mengisi kajian agama dan mengajak pemandu lagu selawatan di sebuah kelab malam di Bali mendadak viral di media sosial. Ada tudingan dia dianggap cari sensasi. Ini respons Gus Miftah.

Waketum MUI Berharap Aksi Dakwah Gus Miftah di Klub Malam Dapat Didukung!

Gus Miftah adalah pengasuh Ponpes Ora Aji di Kalasan, Sleman, DIY. Kiai muda berusia 37 tahun itu membantah jika kajiannya di klub malam hanya mencari sensasi belaka. Namun dia justru mempertanyakan, kenapa sekarang baru dianggap mencari sensasi.

“Saya sudah 8 tahun (isi kajian agama) di Boshe Bali. Di Boshe Yogya juga tiap dua pekan sekali. Dan klub malam lain di Yogya sudah 12-13 tahun ini, jadi kalau dibilang cari sensasi, ya sudah sejak dulu seharusnya,” kata Gus Miftah, ditemui di Ponpes Ora Aji, Rabu (12/9/2018).

Gus Miftah tidak menampik ada sebagian masyarakat yang memandang para pekerja hiburan dunia malam adalah orang-orang berkepribadian negatif.

“Dicap negatif, kaum marjinal, tapi selalu saya katakan orang baik itu punya masa lalu, dan orang jelek punya masa depan. Jadi kita jangan jadi hakim,” ujarnya.

Dia Gus sebelumnya mengungkapkan keterkejutannya ketika acara selawatan yang digelar di Boshe Bali itu mendadak viral dan menuai pro kontra netizen.

“Yang viral jadi kontroversi itu tempat maksiat dan lain-lain. Persoalan adab, etika, dan sebagainya, saya pahami. Saya tidak terganggu, saya nggak apa-apa,” ujarnya.

Loading...

Berita Terkait

Comments are closed.