Widiynews
Berita Gaya Hidup Masa Kini

Berita Terbaru. Kasus Habib Rizieq Shihab Hanyalah Permainan Politik?

Berita Terbaru. Wakil ketua DPR RI Fadli Zon Menilai Kasus Habib Rizieq Shihab adalah Permainan Politik. Kasus dugaan chat porno Rizieq Shihab adalah permainan politik, hal tersebut untuk menjatuhkan pihak oposisi yang kontra dengan pemerintah saat ini. Menurutnya, Pemerintah tidak seharusnya menindaklanjuti kasus Rizieq Shihab, sebab sudah ada Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

“Bukan. Itu sebagai jaminan untuk menegakkan hukum dan keadilan hukum, karena kan Pak Habib Rizieq itu dikriminalisai dan sudah ada SP3 juga. Jadi apa masalahnya? Saya kira mestinya sudah tidak masalah,” ujarnya kepada rimanews di gedung DPR-MPR RI, Jakarta , Senin (17/09/2018).

Berita Terbaru. Kasus Habib Rizieq Shihab Hanyalah Permainan Politik?

“Sekarang pun seharusnya tidak ada masalah untuk kembali, Cuma ini kan ada permainan permainan politik yang menyebabkan itu. Jadi kita jamin penegakan hukum. Kita melihat bahwa Habib Rizieq tidak ada salahnya kok, ini dibuat-buat aja,” lanjutnya.

Fadli berpendapat tidak seharusnya pemerintah melakukan tindak kriminalisasi terhadap ulama, karena  kritik terhadap pemerintah. Hal tersebut menurut Fadli adalah proses dalam demokrasi,seharusnya pemerintah melakukan perlakuan yang sama kepada semua pihak.

“Ya tidak boleh dong orang dikriminalisai dan tidak ada. Semua itu berkesamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan sehingga tidak boleh ada orang yang ditekan, hukum itu tajam kepada orang yang mengkritik pemerintah, tapi begitu lunak lembek terhadap orang yang membela pemerintah. Itu yang terjadi sekarang adalah Ketidakadilan hukum,”tegasnya.

Sebelumnya, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan chat porno pada 12 Mei 2017. Polisi menetapkan Firza Huzein sebagai tersangka pada kasus yang sama pada 15 Mei 2017. Keduanya menjadi tersangka setalah chat antara Rizieq dan Firza tersebar di dunia Maya.

Kabar mengenai penghentian kasus chat Rizieq Shihab ini berembus pada awal Januari 2018. Saat itu, Polisi belum memberikan penjelasan mengenai kasus tersebut, tidak lama kemudian Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) keluar. Hingga saat ini, diketahui Rizieq Shihab masih berada di Arab Saudi sejak kasus tersebut muncul.

“Kan disebut juga dengan yang lain-lain, cuma contohnya. Tapi yang dikriminalisai karena (kasus demonstrasi) 411 212, masih banyak kan selain itu, Karena itu saya mengusulkan dibentuklah Paguyuban Korban Kriminalisasi dan Persekusi Rezim Jokowi, disingkat (PKKPRJ). Itu jumlahnya puluhan, lebih dari 100 loh anggotanya,” tutup Fadli.

Loading...
loading...

Berita Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More