Hidayat Nur Wahid: Jangan Kambinghitamkan Ulama yang Jadi Cawapres!

Berita Terkini. Hidayat Nur Wahid: Jangan Kambinghitamkan Ulama yang Jadi Cawapres. Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengatakan bakal calon wakil presiden Ma’ruf Amin jangan dikambinghitamkan di Pilpres 2019. Hidayat mengatakan kabar soal cawapres memecah belah suara umat  yang menjadi penyebab timbulnya konflik di masyarakat.

“Sekali lagi jangan masalah ini dipersempit dijadikan cawapres jadi kambing hitam inilah penyebab pecah belah konflik diantara warga itu banyak sekali variabelnya,” kata Hidayat saat ditemui wartawan Rimanews di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/09/2018).

Jangan Kambinghitamkan Ulama yang Jadi Cawapres!

Hidayat mengatakan salah satu yang dapat memecah belah suara ulama adalah persekusi yang beberapa kali dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Sehingga, menurutnya tidak tepat jika suara ulama pecah karena masalah dukungan dan menjadi kandidat di Pilpres 2019.

“Memecah belah itu tidak ada hubungannya ini ulama atau bukan ulama, memecah belah bisa karena faktor di luar ulama itu sendiri atau diluar fatwa ulama dan bukan ulama. Misalnya, mohon maaf, kalau dibiarkan persekusi dilapangan terus menerus yang melanggaar persekusi bukan ulama yang dipersekusi ulama itu akan konflik,” ujarnya.

Hidayat juga memberikan contoh faktor-faktor yang dapat menyebabkan konflik yakni ketidakadilan polisi terhadap gerakan tagar #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode.

“Kayak gini bisa menimbulkan konflik jadi ketidaktegasan dan ketidakadilan penegak hukum yang bisa menghadirkan permusuhan diantara warga,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Yusuf Muhammad Martak, sempat mengatakan pencalonan ulama dapat memecah umat. Ia menyebutkan suara umat Islam dikhawatirkan terpecah karena adanya sosok Ma’ruf amin sebagai calon wakil presiden.

“Mengenai cawapres ulama, memecah. Ya sepertinya kalau tidak mau pecah, jangan angkat calon wapres yang ulama,” kata Yusuf beberapa waktu yang lalu.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!