Muhasabah Diri: yang Awalnya Tiada Kembali Menjadi Tiada

Kematian adalah Sesuatu yang Pasti

Pada suatu hari seorang pemuda berjalan sambil tersenyum bahagia. Bukan lantaran sedang dimabuk asmara tapi karena baru saja mendapatkan kabar baik. Ada sebuah tawaran kerja untuk dirinya yang benar-benar sempurna.

Harapannya untuk mewujudkan semua impian dan cita-citanya selama ini terbuka lebar. Bukan hanya untuk dirinya saja melainkan juga untuk kedua orang tuanya serta untuk keluarganya yang lain.

Sebenarnya, banyak juga tawaran yang ia terima sebelumnya namun saatnya selalu tidak tepat atau selalu saja ada hal yang menghalangi. Tiba-tiba saja telepon genggamnya berdering.

Baca Juga: Luar Biasa, Ini Keajaiban Dibalik Perintah Shalat Subuh yang Harus Kamu Tahu

Ada sebuah telepon yang masuk dan mengabarkan bahwa tawaran tersebut telah dibatalkan. Sudah ada orang lain yang menggantikan posisinya, hanya karena adanya sedikit kesalahpahaman antara dirinya dengan pihak perusahaan.

Astagfirullahaladzim…ucapnya dengan lunglai.

Kecewa dan putus asa tentu saja melekat dalam sanubarinya. Namun dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk berbaik sangka kepada Allah. Ia tetap yakin kalau dibalik semua peristiwa itu akan ada hal yang lebih berharga yang akan dia terima.

Kemudian dirnya mulai menghubungi teman-temannya dan kemudian berbagi pengalaman dengan mereka. Hingga tak lama kemudian senyum sudah terkembang menghiasi wajahnya kembali. dan ia dapat beraktifitas seperti sediakala. Adapun hikmah yang dapat kita raih dari sebuah kejadian sederhana diatas adalah:

Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu

Sangat mudah bagi Allah untuk mengubah suatu kejadian, dari kebahagiaan menjadi kesedihan. Dalam waktu yang singkat ataupun dengan cara yang sederhana sekalipun.

Kita tidak bisa mengubah takdir

Semua itu perlu kita sadari sehingga kita selalu bersiap diri untuk menghadapinya. Allah yang menguasai masa depan kita, menguasai diri kita, mengetahui semua kebutuhan kita serta hal-hal lain yang berada disekitarnya. Maka serahkan dan percayakan hidup ini hanya padanya.

Kesempatan yang pada awalnya tiada, kembali tiada

Jika suatu saat Allah akan mengambilnya kembali, kenapa harus sedih, kecewa ataupun marah? Bukankah perasaan sedih hanyalah sebagian kecil hal yang berada dalam diri kita.

Padahal Allah masih memberi banyak kesempatan untuk mendulang pahala dengan berbagai cara, misalnya: bersyukur, berikhtiar, berikhtiar atau bertobat. Seandainya, Allah telah mencabut semua nikmat itu, kemana lagi kita minta pertolongan?

Siap tidak siap, kita tak memiliki pilihan. Hanya saja, apakah kita bisa bersyukur, ridho serta bersabar atas apa yang telah Allah tetapkan. Kita memang kehilangan tapi dibaliknya ada pahala yang jauh lebih berharga.

Seringkali manusia lupa untuk bersyukur dan merasa berat untuk bersabar. Padahal sebenarnya rasa syukur dan sabar itu akan mengantarkan kita ke dalam indahnya kehidupan. Semoga dapat menjadi bahan muhasabah diri bagi kita semua. Salam.

Baca Juga: Hinaan dan Cacian yang Membawa Berkah…Bacalah Sejenak!

Sumber: titikmakna.blogspot.com

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!