Widiynews

Bidik Suara Milenial, Kubu Prabowo Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Bidik Suara Milenial, Kubu Prabowo Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto: POLHUKAM

Jakarta – Berita Terkini. Bidik Suara Milenial, Kubu Prabowo Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam. Gamal Albin Said, Selaku juru bicara tim kampanye pemenangan pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) akan membidik kaum milenial sebagai lumbung pada Pilpres 2019.

Menurut Gamal, kaum milenial merupakan golongan anak muda yang berhak untuk berkontribusi dalam pesta demokrasi, sehingga dapat memunculkan perubahan pada narasi dan gagasan suatu negara.

“Diskusi yang muncul itu kan bagaimana memenangkan hati milineal, bagaimana bisa menggaet suara pemilih dari milineal,” ujarnya di Jalan Kartanegara IV Jakarta, Rabu malam (10/10/2018).

Gamal memastikan, kubu Prabowo akan membangun situasi kampanye yang damai dan mempersatukan, ketimbang melakukan kampanye hitam dan debat kusir dengan pihak lawan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, masih banyak hal yang dapat dibicarakan seperti masalah kesenjangan sosial dan ekonomi. Ia berharap anak muda dapat bergabung dalam menyelesaikan permasalahan secara seksama.

“Saya fikir ini menjadi momentum bagi anak muda di Indonesia yaitu bagaimana supaya ide, narasi dan gagasannya bisa bergemuruh di panggung demokrasi di 2019,” lanjutnya.

“Pertama kami konsisten dengan membangun narasi yang mempersatukan. Kedua, kami sungguh-sungguh ingin melibatkan anak muda dalam proses ini. Ketiga, kami ingin membangun kesadaran masalah ekonomi yang kita hadapi, ya, dan itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” jelasnya.

Kesenjangan ekonomi menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Sebab, menurut Gamal, sekitar 95 juta penduduk Indonesia masih dibawah garis kemiskinan.

“Sekarang kan garis kemiskinan kita kan di angka Rp 401. 220 (pendapatan per bulan, red) ya, sehingga pemerintah mengatakan angka kemiskinan kita 9.28 persen. Artinya, banyak orang orang miskin ya itu yang itu menurut saya tidak diakui miskin,” jelasnya.

Pihaknya juga membantah bahwa kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menggunakan praktik kampanye hitam dalam Pilpres 2019.

“Banyak lembaga yang mengatakan bahwa angka yang ada tidak menggambarkan apa yang sedang terjadi,sehingga kesenjangan ekonomi dan kemiskinan itu kami rasa adalah permasalahan yang akan kita hadapi sekarang, sehingga itu menjadi pesan utama yang akan kami sampaikan,” lanjutnya.

“Kami tidak ingin mengkritik, tetapi kami berusaha menjelaskan soal masalah yang kita hadapi dan bagaimana kita betul betul menyelesaikan masalah ekonomi,” tutupnya.

Bagikan jika suka:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

ARTIKEL YANG KAMI PILIH KHUSUS UNTUKMU

Baca Juga

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.