[Berita Terkini Kecelakaan Santri Cipondoh] Luka Parah, Sopir Pick Up Belum Bisa Dimintai Keterangan

Jakarta, Widiynews – Sopir pick up pembawa rombongan santri yang menabrak flyover Jalan Boulevard Green Lake, Kota Tangerang, Banten mengalami luka parah. Sopir itu masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan.

“Kemarin sopirnya masih belum bisa dimintai keterangan karena luka parah juga,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf saat dihubungi, Senin (26/11/2018).

Yusuf menduga kecelakaan itu disebabkan oleh kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi sehingga sopir hilang kendali dan menabrak flyover.

“Itu kan jalan itu turunan jembatan layang, flyover. Turunan, kemudian kecepatannya agak tinggi, sehingga pas lagi belok ke kanan ini banting setirnya ini terlalu kanan. Mau menghantam separatornya itu, pembatasnya itu. Banting ke kiri, malah kena yang pembatas ke kiri. Langsung terbalik. Ada yang terlempar ke luar separator itu, ada yang di dalam pikap. Mungkin kepalanya yang kena, yang meninggal itu,” tuturnya.

Tiga Santri Meninggal Dunia

Kronologi Kecelakaan Mobil Pick Up Pembawa Rombongan Santri
Kronologi Kecelakaan Mobil Pick Up Pembawa Rombongan Santri

Akibat kejadian itu, tiga santri meninggal dunia. Sementara 20 penumpang lainnya terluka dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Sudah ada 17 orang yang balik. Yang 11 orang itu jam 5 sore kemarin, karenanya lukanya lecet-lecet. Kemudian sisanya ada kurang lebih, totalnya 17. Yang tiganya masih (di rumah sakit),” ujarnya.

Yusuf mengatakan para santri yang jadi korban kecelakaan itu baru pulang dari acara Maulid Nabi.

“Iya rombongan santri salah satu pesantren. Udah pulang itu, udah selesai acara. Mau pulang, pulang ke rumahnya, ke pesantrennya. Acara Maulid Nabi,” kata Yusuf.

Kronologi Kecelakaan Mobil Pick Up Pembawa Rombongan Santri

Kronologi Kecelakaan Mobil Pick Up Pembawa Rombongan Santri
Kronologi Kecelakaan Mobil Pick Up Pembawa Rombongan Santri

Menurut petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian, Amarudin, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pukul 13.00 WIB. Jadi itu mobil sudah oleng dan dalam kecepatan tinggi ketika hendak turun dari jalan layang,” kata Amarudin, Minggu (25/11/2018).

Amarudin mengungkapkan bahwa seluruh santri yang ada dalam pick up tersebut terlempar hingga terseret di jalan raya sejauh beberapa meter. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya melihat mobil pick up terbalik dalama kejadian tersebut.

“Itu tadi ngebut, sampai kebalik terus santri yang ada di mobil pick up-nya pada terpental,” papar Amarudin di lokasi.

Kemudian ia menambahkan bahwa dirinya melihat langsung kejadian nahas tersebut. “Saya liat sendiri itu mobil melayang kemudian terbalik, sampai kaya mainan itu,” ucap Amarudin.

Mobil pick up tersebut juga sempat menyerempet dinding pembatas jalan, dan diduga Amarudin lantaran rem blong. “Kayanya sopir hilang kendali, kemudian remnya blong hingga menabrak dinding pembatas jalan dan terbalik,” kata Amarudin.

Amar menjelaskan bahwa mobil melaju dengan kecepatanm kira-kira 60 kilometer per jam.

Jumlah Korban Kecelakaan Nahas Mobil Pick Up Pembawa Rombongan Santri

[Berita Terkini Kecelakaan Santri Cipondoh] Sopir Pick Up Pembawa Belum Bisa Dimintai KeteranganSebanyak total 23 santri menjadi korban kecelakaan nahas mobil pick up tersebut.

Amarudin mengungkapkan bahwa seluruh santri mengalami luka berat di sekujur tubuhnya akibat terpental dan terseret di jalan raya.

Amarudin juga mengungkapkan bahwa satu orang santri langsung meninggal di lokasi kejadian, dan satu di antaranya meninggal saat hendak dibawa ke rumah sakit.

“Luka semua pada berdarah, satu langsung meninggal di lokasi kejadian, kemudian ada satu lagi yang kritis infonya meninggal juga ketika dibawa ke rumah sakit,” tutur Amarudin.

Amar juga mengungkapkan bahwa sebagian korban luka mengalami luka di bagian kepala yang cukup berat.

“Umurnya pada belasan tahun itu santri. Satu orang meninggal di tempat. Nah yang selamat lukanya kebanyakan di kepala, tapi ada juga yang sadar dan kritis,” papar Amar dikutip dari Wartakota.

Keterangan dari Kasatlantas Polres Metro Tangerang AKBP Ojo Ruslan, menjelaskan bahwa total ada tiga santri yang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan 20 di antaranya mengalami luka di sekujur tubuhnya dan sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Tiga korban meninggal dunia yakni AM (14), MH (16), dan S (15).

Sopir Pembawa Rombongan Santri Masih Berusia 18 Tahun

[Berita Terkini Kecelakaan Santri Cipondoh] Sopir Pick Up Pembawa Belum Bisa Dimintai Keterangan
Lokasi kejadian 20 santri terlibat kecelakaan usai mobil pick up yang ditumpanginya terbalik di dekat Flyover Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Minggu (25/11/2018). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)
Sopir yang mengendarai pick up dengan dengan nomor polisi B 9029 RV, diketahui masih berusia belasan tahun. Hal tersebut diungkapkan oleh saksi kecelakaan mobil pick up yang membawa 23 santri tersebut.

“Masih muda banget sopirnya, remaja mungkin masih belasan usianya,” ucap Amarudin di lokasi kejadian, Minggu (25/11/2018).

Keterangan serupa juga diberikan oleh AKPB Ojo Ruslan, Kasat Lantas Polres Metro Tangerang. Menurut penuturan AKPB Ojo Ruslan, sopir pick up yang menyebabkan tiga santri meninggal dunia tersebut masih berusia 18 tahun.

Sopir tersebut adalah RFA yang saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug. “Sopirnya juga masih dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, kondisinya sudah sadar namun masih belum bisa dimintai keterangan,” kata AKBP Ojo Ruslan.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menuturkan, pihaknya sedang mendalami penyebab kecelakaan nahas tersebut.

“Kami sedang dalami kasus tersebut, sejumlah saksi sedang diperiksa guna mencari penyebab kecelakaan,” kata Budiyanto.

“Penyebab kecelakaan belum bisa kami simpulkan, sopirnya juga masih dirawat intensif. Kami akan lihat situasi, jika diperlukan akan kami gelar olah tempat perkara (TKP) lagi,” ujar Budiyanto.

Sopir Terancam Pasal Berlapis

[Berita Terkini Kecelakaan Santri Cipondoh] Sopir Pick Up Pembawa Belum Bisa Dimintai KeteranganMenurut keterangan dari AKBP Ojo Ruslan, sopir bisa mendapatkan ancaman hukuman pasal berlapis akibat kecelakaan tersebut.

“Bisa dijerat pasal kelalaian yang tidak disengaja dan kelalaian yang disengaja, serta pasal membawa muatan yang berlebih ,” ucap Ojo Ruslan di RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (25/11/2018).

Ojo Ruslan menuturkan, kelalaian tidak disengaja yang menyebabkan orang lain tewas atau terluka seperti akibat kondisi jalan atau lainnya tersebut tertuang di Pasal 310 KUHP.

Sementara membawa muatan melebih dari kapasitasnya, tertuang di dalam Pasal 307.

Bahkan ABKP Ojo Ruslan mengungkapkan bahwa hukuman yang didapatkan oleh sopir pick up tersebut akan semakin berat jika ia mengendarai mobil dalam keadaan yang tidak sehat.

“Apabila sopir dalam kondisi yang tidak sehat ketika berkendara, ini juga bisa memperberat hukuman sopir tersebut,” kata Ojo Ruslan.

Sumber: Berbagai Sumber.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!