in ,

Timses Prabowo: Pak Harto adalah Guru Pembangunan Bukan Guru Korupsi!

Pak Harto adalah Guru Pembangunan Bukan Guru Korupsi

Jakarta, Widiynews – Mantan Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto bukanlah guru korupsi di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Sudirman Said. Menurutnya, Soeharto adalah guru pembangunan Tanah Air.

“Buat saya Pak Harto adalah guru pembangunan bukan guru korupsi,” kata Sudirman saat ditemui wartawan di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (01/11/2018).

Menurut Sudirman, semua pemimpin Indonesia mulai dari Ir. Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah sumber belajar. Menurutnya, kita perlu belajar dari masa lalu dan mengambil yang baiknya saja, sementara yang hal-hal yang buruk harus ditinggalkan.

“Jadi semua pemimpin masa lalu, Bung Karno Pak Harto, Gus Dur, Ibu Mega, Pak SBY adalah sumber belajar kita ambil hal-hal yang baik, kemudian kita tinggalkan yang buruk,” ujarnya.

Soeharto Bukan Guru Korupsi Indonesia

Soeharto Bukan Guru Korupsi IndonesiaSementara itu, terkait penyebutan Soeharto adalah guru korupsi Indonesia, dirinya tidak sepakat.

Sebab, menurutnya seorang guru tentu punya perhatian. Untuk itu, ia mengatakan tidak tepat jika Soeharto dicap sebagai guru korupsi

“Tapi saya tidak sepakat Pak Harto guru korupsi karena guru itu ada satu intention, niat. Pak Harto adalah guru pembangunan. Korupsi adalah penyakit kita jadi harus diselesaikan. tidak bisa ditempel sebagai guru politik,”.

Korupsi Saat Ini Jauh Lebih Meningkat dibaning Zaman Soeharto

Korupsi Saat Ini Jauh Lebih Meningkat dibaning Zaman SoehartoSudirman Said juga mengatakan, tingkat kasus korupsi Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada zaman pemerintahan Soeharto. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah yang baik baik dari pemerintahan zaman dulu.

“Korupsi sekarang juga lebih luar biasa dari zaman Pak harto, tapi kita mesti belajar dari para pendahulu hal-hal yang baik,”. (rima)

Basarah: Soeharto dan Orde Baru Guru Korupsi Indonesia

Soeharto dan Orde Baru Guru Korupsi IndonesiaWakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah menjelaskan terkait pernyataannya yang menyebut Presiden Soeharto adalah guru korupsi. Basarah mengatakan, konteks munculnya pernyataan itu karena terpancing oleh pidato Calon Presiden Prabowo Subianto soal korupsi di Indonesia sudah masuk ke stadium empat.

Ia terpaksa mengungkit sejarah pahit bangsa Indonesia, yakni korupsi pada masa Orde Baru. Meski menimbulkan kegaduhan, Basarah yakin korupsi di Indonesia sekarang ini diawali pada Orde Baru.

“Bahkan dalam Pasal 4 TAP MPR tersebut juga terdapat perintah untuk dilakukan penegakan hukum kepada Soeharto sebagai tersangka korupsi beserta kroni-kroninya,”

Usaha yang Menguntungkan Sekelompok Orang Serta Menyuburkan KKN

Basarah mengatakan, pada era kepemimpinan Soeharto telah terjadi usaha yang menguntungkan sekelompok orang serta menyuburkan KKN. Menurutnya, isu korupsi ini yang kemudian menggerakkan Reformasi.

Basarah mengatakan, dirinya pun dalam kapasitasnya untuk mengatakan hal tersebut. Ia mengatakan dirinya dilindungi oleh Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Menurut dia, aturan ini memberikan pembenaran kepada pasangan Capres atau Tim Pemenangannya untuk menyampaikan hal-hal objektif terhadap pasangan calon lawannya.

“Prabowo – Sandiaga sudah secara resmi dan di berbagai kesempatan bukan saja mengidentifikasi sebagai bagian dari Orde baru tetapi juga menyatakan akan melanjutkan cara kepemimpinan pak Harto,”

Basarah Siap Jika Dirinya Dipolisikan Terkait Pandangan Politiknya “Soeharto Guru Korupsi”

Basarah menambahkan, ia tetap menghormati siapa pun untuk menggunakan hak hukumnya, termasuk bila ingin melaporkan pendapat dan pandangan politiknya.

Pada Rabu 28 November lalu, Ahmad Basarah selepas menghadiri acara di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat mengatakan bahwa Soeharto merupakan guru korupsi di Indonesia. “Jadi, guru dari korupsi Indonesia sesuai Tap MPR nomor 11 tahun 98 itu Presiden Soeharto.” (temp)