Bahaya Kanker Kolorektal, Kanker yang Tumbuh di Usus Besar

Mengenal Bahaya Gejala, dan Penyebab Kanker Usus (Kanker Kolorektal)

Ada sejumlah nama kanker yang mungkin masih cukup asing di telinga masyarakat Indonesia, dua diantaranya adalah kanker darah serta kanker kolorektal. Kanker jenis ini tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Menurut informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, kasus kolorektal atau kanker usus besar menempati urutan keempat di Indonesia dengan urutan, kanker payudara, serviks dan kanker paru.

Fenomena kasus ini ternyata mendapat sorotan dari banyak pihak, baik dari dinas kesehatan hingga para pakar peneliti kanker di Indonesia, salah satunya lembaga Mochtar Riady Institue for Nanotechnology (MRIN).

Dilansir dari laman viva.co.id, Institute yang terletak di Tangerang ini, fokus penelitian dipusatkan pada upaya untuk memahami perkembangan mutasi genetik dan pengaruhnya terhadap pasien penderita kanker.

Kanker Hati dan Kanker Kolorektal Sering Ditemui di Indonesia

Ivet Suriapranata selaku Principal Investigator di Mochtar Riady Institute for Nanotechnology mengatakan, kanker hati dan kanker kolon adalah dua jenis kanker yang sering ditemui di Indonesia dan seringnya para penderita yang didiagnosa sudah dalam stadium lanjut.

“Fokus penelitian MRIN adalah kanker hati dan kanker kolon. Hal ini karena keduanya merupakan jenis kanker yang sering ditemui di Indonesia dan seringnya penderita yang didiagnosa sudah dalam stadium lanjut. Selain itu, kanker hati yang disebabkan oleh infeksi Hepatitis B Virus (HBV) atau Hepatitis C Virus (HCV) berkepanjangan juga memiliki prevelensi yang cukup tinggi di Indonesia,” jelas Ivet Suriapranata Rabu 9 Januari 2019.

Penelitian Kanker yang Dilakukan di MRIN

Loading...

Penelitian kanker yang dilakukan di MRIN mencakup bidang genomic (berdasarkan profil gen) dan proteomic (berdasarkan sifat protein). Ia juga mengatakan, riset yang dilakukan mencakup prediction (prediksi), prevention (pencegahan) dan treatment (pengobabtan) terhadap penyakit kanker.

Penelitian Kanker yang Dilakukan di MRIN
Bahaya Kanker Kolorektal, Kanker yang Tumbuh di Usus Besar via parkwaycancercentre.com

“Prediction bertujuan untuk mengidentifikasi variasi genetik di gen tertentu yang ada di Indonesia yang berasosiasi dengan kerentanan seseorang terhadap kanker hati dan kanker kolon”

MRIN juga meneliti obat tertentu yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap insulin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah obat tersebut mampu mengurangi perkembangbiakan sel kanker di hati dan kolon.

“Sedangkan untuk treatment, kami meneliti potensi infeksi virus terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker sebagai alternatif dari pengobatan imunoterapi yang dilakukan dalam pengobatan kanker. Kami berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi secara ilmiah untuk memahami terjadinya kanker hati dan kanker kolon, serta upaya pencegahannya,” ujar Ivet.

Banyak Pasien Kanker Sudah Stadium Lanjut

Di sisi lain, kasus kanker kolorektal juga mendapat perhatian dari Dokter Spesialis Bedah dan Ahli Kanker Saluran Cerna (Digestive), Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr. Fajar Firsyada, Sp.B-KBD. Ia mengatakan, “80 persen datang saat sudah stadium tiga dan empat,” kata dia di Menara BTPN Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut Fajar, kasus usus besar bisa menjadi masalah kesehatan yang amat serius di Indonesia, mengingat kanker usus ini menyerang organ dalam tubuh. “50-60 persen terjadi penyebaran organ yang paling sering kena di hati. Parahnya jika organ hati sudah kena dan tidak tertolong, hati mereka bisa dibuang,” jelas Fajar.

Seperti diketahui, beberapa makanan yang dapat memicu risiko kanker usus besar diantaranya daging merah, makanan daging olahan, makanan yang diawetkan dan makanan yang dibakar.

Gejala Kanker Kolorektal

Gejala kanker kolorektal sering kali dirasakan oleh pasien saat kanker sudah berkembang. Jenis dan gejalanya tergantung dari besarnya ukuran serta lokasi tumbuhnya kanker. Diantaranya sering kali ditandai dengan:

  • Diare atau konstipasi.
  • Buang air besar yang terasa tidak tuntas.
  • Darah pada tinja.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Perut terasa nyeri, kram, atau kembung.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Awalnya, gejala kanker usus besar memang tidak terasa. Itu sebabnya, jika muncul gejala diatas segeralah untuk periksa ke dokter. Pemeriksaan secara rutin harus dilakukan untuk berjaga-jaga.

Baca juga: Berujung Kematian, Ini Gejala Kanker Darah yang Harus Kalian Ketahui!

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Kolorektal

Hingga kini memang belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sel-sel kanker tersebut berkembang secara tidak terkendali. Meski demikian, ada beberapa faktor yang dapat memicu kanker kolorektal, diantaranya:

  • Usia. Risiko kanker kolorektal akan meningkat seiring bertambahnya usia. Lebih dari 90% kasus kanker kolorektal dialami oleh seseorang berusia 50 tahun atau lebih.
  • Riwayat penyakit. Seseorang dengan riwayat penyakit kanker atau polip kolorektal lebih berisiko terserang kanker kolorektal. Begitu juga seseorang dari keluarga yang pernah mengalami penyakit kanker atau polip kolorektal.
  • Penyakit genetik. Seseorang dengan penyakit yang diturunkan dari keluarga, seperti sindrom Lynch, berisiko tinggi mengalami kanker kolorektal.
  • Radang usus. Kanker kolorektal berisiko tinggi menyerang penderita kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.
  • Gaya hidup. Kurang olahraga, kurang asupan serat dan buah-buahan, konsumsi minuman beralkohol, obesitas atau berat badan berlebih, dan merokok meningkatkan risiko kanker kolorektal.
  • Radioterapi. Paparan radiasi pada area perut meningkatkan risiko kanker kolorektal.
    Diabetes.
Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!