Ini Bahaya Kanker Usus Besar Bagi Wanita Hamil, Bisa Sebabkan Kematian!

Kanker Usus Besar Pada Wanita Hamil

Kasus kanker usus besar pada wanita hamil memang jarang terjadi di Indonesia. Meski demikian, informasi ini juga amat penting mengingat kanker usus besar menempati urutan ketiga sebagai kanker terganas di dunia yang mengakibatkan kematian.

Dilansir dari laman hellosehat, data Globocan (Global Burden Cancer) kanker kolorektal atau kanker usus besar yang dirili tahun 2012 oleh Kementerian Kesehatan RI, terjadi 12,8 per 100.000 penduduk pada usia dewasa. Kanker kolorektal menempati urutan ketiga di Indonesia yang umum terjadi akibat perubahan diet.

Kanker Usus Besar Pada Ibu Hamil

Kanker kolorektal pada ibu hamil memang menjadi kasus yang amat jarang terjadi. Kebanyakan, ibu hamil menyadari bahwa mereka mengalami gejala kanker usus besar saat kehamilannya menginjak trisemester terakhir. Gejala ini disebabkan karena mirip seperti gejala sistem pencernaan yang diakibatkan kehamilan.

Situs National Center for Biotechnology Information (NCBI) mencatat kasus usus besar yang tidak biasa pada tiga pasien ibu hamil.

Loading...

"<yoastmark

Pasien pertama merupakan primipara atau wanita yang belum pernah hamil sebelumnya. Usia wanita ini diketahui berusia 30 tahun. Dua minggu usai menjalani proses caesar, ia mengalami sakit perut dan sembelit. Namun tidak ada perubahan kebiasaan buang air besar, perdarahan rektum, atau penurunan berat badan.

Setelah dua minggu berlalu, ia mengalami pembengkakan perut (ascites) yang besar dan progresif. Ditemukan juga massa keras di rektumnya. Kolonoskopi dan biopsi mendiagnosis adanya adenokarsinoma rektum. Keadaan semakin memburuk dan tidak tertolong lagi pada tiga hari kemudian karena kesulitan bernapas.

Pasien kedua adalah ibu hamil yang berusia 41 tahun yang telah melahirkan lebih dari lima kali. Pasien ini mengalami ascites progresif pada trimester akhir. Ia mengalami sembelit, perdarahan rektum, dan penurunan berat badan.

USG menunjukkan kehamilan normal dan kondisi yang normal pada ovarium, hati, ginjal, limpa, dan pankreas.

Ia juga melahirkan secara normal. CT scan menunjukkan adanya pertumbuhan tumor di kolon sigmoid yang telah diangkat melalui pembedahan dengan diagnosis akhir adenokarsinoma kolon sigmoid. Pasien diobati dengan kemoterapi standar dengan respons yang baik. Namun, tak mampu bertahan setelah satu tahun pengobatan.

Pasien ketiga dengan kondisi multipara, yaitu ibu hamil yang pernah hamil sebelumnya dan berusia 25 tahun. Ia melahirkan anak kembar dengan normal dan selama enam minggu sebelum waktu persalinan (prematur).

Ia mengalami nyeri pada bagian kewanitaan yang diiringi dengan pendarahan. Dalam seminggu perdarahan itu berbau busuk dan bercampur kotoran (feses). Ternyata ia memiliki fistula rektovagina (saluran abnormal yang menghubungkan rektum ke vagin4) dengan tepian nekrotik.

Ia tidak mengalami sembelit, perdarahan rektum, atau penurunan berat badan. Pemeriksaan dalam kondisi anestesi dan bipsi tepi fistula menunjukkan adenokarsinoma rektum.

Gejala Kanker Usus Besar Pada Wanita Hamil

Jika diperhatikan kembali dari contoh diatas, kanker usus besar pada wanita hamil cenderung tidak menunjukkan gejala apapun pada awal kehamilan. Pada tiga kasus diatas, gejala kanker kolorektal baru diketahui pada masa akhir kehamilan dan usai melahirkan.

Gejala Kanker Usus Besar Pada Wanita Hamil
Gejala kanker usus besar pada wanita hamil via cara.co.id

Diagnosas yang lambat adalah dari kebingunan yang biasanya disebabkan oleh gejala umum dari pencernaan bawah terkait kehamilan.

Kebanyakan pasien yang mengalami penyakit ini di akhir masa kehamilan dan biasanya memiliki tumor yang terletak di rektum (hingga 85 persen kasus). Namun, ada pula yang memiliki tumor di kolon transversus dan kolon rektosigmoid.

Perkembangan gejala akut dan ascites besar yang memburuk dengan cepat, serta tidak adanya metastase dan gejala luka pasca-hubungan seks pada pasien ketiga merupakan salah satu kasus yang tidak biasa dari kanker usus besar pada ibu hamil. Artinya, kasus ini harus diwaspadai karena gejala umum yang sangat samar bahkan tak terlihat.

Luka berupa robek pasca-hubungan s#ks bisa menjadi tanda karsinoma rektum. Sebaiknya Anda mengambil langkah yang tepat dan memberi perhatian secara khusus terhadap masalah ini agar dapat segera ditangani.

Sumber & Referensi: hellosehat.com

Baca juga: Dianggap Remeh, Ternyata Ini 3 Gejala Umum Penyakit Kanker

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!