Sumpah Serapah Buni Yani Pada Pihak yang Menuduhnya Bersalah

Widiynews, Depok – Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahardian mengklaim jika kliennya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok pada Jumat (1/2/2019). Padahal dalam surat panggilan nomor B. 282/0.2.34/Euh.3/01/2019, Buni Yani diharuskan datang ke Kejari Depok sekira pukul 09.00 WIB pada Jumat (1/2/2019).

Dalam surat tersebut, Buni Yani diminta untuk menghadap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Depok, Priatmaji D Prawiro. Buni Yani diminta datang untuk memenuhi pelaksanaan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1712K/PID.SUS/2018 tanggal 22 November 2018.

“Apa yang disampaikan Bang Buni ini kita fair, kita akan memenuhi panggilan. Nah, sekarang kita sudah memenuhi panggilan. Bismillah Bang Buni siap melaksanakan putusan itu meskipun sampai hari ini Bang Buni tidak mengakui apa yang dituduhkan itu,” kata Aldwin di Kantor Kejari Depok, Jumat (1/2/2019).

Perlu diketahui, Buni Yani tidak hadir di Kejari Depok lantaran akan melaksakan salat jumat berjamaah di Masjid Al-Barkah, Tebet, Jakarta Selatan. Namun usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Buni Yani tak langsung menuju Kejari Depok namun malah menyambangi DPR RI untuk meminta dukungan terhadap kasus yang membelitnya.

Loading...

Kemudian pukul 19.27 WIB rombongan Buni Yani bersama tim pengacara dan keluarga tiba di Kejari Depok dengan pengawalan pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Buni Yani menumpang mobil Pajero Sport warna hitamdengan nomor polisi B 1983 SJV yang diduga milik pengacara. Sedangkan di depan mobilnya terdapat kendaraan polisi, sementara di belakangnya tampak Innova warna putih dan hitam berisi orang pegawai Kejaksaan Negeri dan Kejati Jawa Barat.

“Saya hanya beserah diri kepada Allah, saya sudah bermubahalah. Saya bilang kalau memang betul saya melakukan itu, mengedit video, maka saya bilang biar saya masuk neraka abadi. Tetapi kalau tidak melakukan biarlah orang yang menuduh saya, mulai dari pelapor, polisi, jaksa, hakim semua masuk neraka,” tuturnya.

Setelah menjalankan pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok sekira 30 menit, Buni Yani keluar pukul 20.00 WiB. Dengan kawalan ketat polisi dan jaksa, ia keluar tanpa mengenakan rompi tahanan dan borgol. Buni Yani langsung dieksekusi Kejaksaan ke Lapas Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat menaiki mobil tahanan Kejari Depok.

Buni Yani dieksekusi ke Lapas Gunung Sindur untuk menjalani masa hukuman 18 bulan penjara terkait kasus tuduhan melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.(put)

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!