Bawaslu Kaji Laporan Terhadap Capres Jokowi Soal Tudingan “Propaganda Rusia”

Berita Terkini Jokowi ~ Jakarta – Bawaslu menyatakan bakal mengkaji laporan terhadap capres Joko Widodo (Jokowi) terkait pernyataannya soal ‘propaganda Rusia’. Bawaslu bakal mengklarifikasi hal tersebut ke pihak-pihak terkait.

“Bawaslu akan mengkaji lebih lanjut atas laporan tersebut dengan mengklarifikasi pihak-pihak terkait,” kata Ketua Bawaslu Abhan Rabu (6/2/2019).

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menyatakan pengkajian itu bakal dilakukan untuk melihat apakah pernyataan tersebut melanggar aturan atau larangan kampanye pemilu. Dia menyatakan kampanye yang dilakukan peserta pemilu tak boleh melakukan hal yang menghina Pancasila, UUD 1945, menimbulkan gangguan ketertiban umum, dan tak boleh melakukan fitnah atau menyebar hoax.

“Akan kita kaji, apakah ini melanggar aturan atau larangan kampanye. Semua pihak peserta pemilu, tim kampanye dan juga pihak yang melaksanakan kampanye tidak boleh melakukan hal-hal seperti menghina, menegasikan Pancasila, UUD 1945. Kedua, menimbulkan gangguan ketertiban umum, ketiga fitnah, hoax, itu tidak dibolehkan. Ini akan kita kaji,” ucap Rahmat.

Baca juga: Soal Tudingan “Propaganda Israel”, BPN Prabowo Sebut Jokowi Ceroboh

Pengkajian itu juga ditujukan apakah pelanggaran yang dilakukan masuk dalam pelanggaran administrasi atau pidana pemilu. Dia pun membuka peluang memanggil Jokowi jika dinilai diperlukan.

“Kalau diperlukan kita akan memanggil, kalau tidak diperlukan ya tidak,” ucapnya.

Jokowi sebelumnya dilaporkan oleh Advokat Peduli Pemilu ke Bawaslu RI terkait pernyataannya mengenai ‘propaganda Rusia’. Jokowi dilaporkan karena dianggap melakukan pelanggaran pemilu yang diduga berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Selain Jokowi, pelapor atas nama Mohamad Taufiqurrahman juga melaporkan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf sekaligus Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, serta Sekjen PPP Arsul Sani.

Baca juga: Makin Agresif, Ini 5 Taktik Serangan Balik Jokowi ke Prabowo

Peristiwa yang dilaporkan itu disebut terjadi pada 2-3 Februari saat Jokowi berkampanye di daerah Surabaya, Jawa Timur. Jokowi saat itu mengeluarkan pernyataan terkait propaganda Rusia.

“Tanggal 2 Februari itu di Surabaya, Jawa Timur, di mana Pak Jokowi di sana mengeluarkan statement yang sekiranya kami duga berpotensi mengganggu ketertiban umum di mana kontennya yang bersifat hasutan, bahkan ujaran kebencian. Yang di mana sama-sama kita ketahui ketika di Surabaya itu Pak Jokowi mengeluarkan statement terkait dengan adanya salah satu tim sukses yang menggunakan propaganda Rusia dalam pelaksanaan pemilu ini,” kata Taufiqurrahman di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (6/2).

Sumber: DETIK

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!