Ketua DPP PAN Bantah Demokrat Main Dua Kaki, Ini Penjelasannya!

Jakarta – Hasil survei internal Partai Demokrat di 34 provinsi mengungkap 80 persen kader partai memilih Prabowo Subianto. Sisanya 20 persen lagi memilih Jokowi.

Baca juga: Sandiaga Uno Klaim Sebagian Pendukung Jokowi Beralih Dukung Prabowo

“Apakah Partai Demokrat harus memecat semua anggota Partai Demokrat yang membelot ke Jokowi-Ma’ruf,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (13/9/2018).

Justru itu, Syarief mengungkap menjadi kewajiban DPP Partai Demokrat untuk meyakinkan kepada 20 persen kader tersebut agar mereka memilih Prabowo dengan alasan satu, dua, tiga, empat dan lima.

Syarief mengaku wajar jika ada gejolak. Apalagi Partai Demokrat baru last minute menentukan pilihan kepada capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. “Formalnya tanggal 10 Agustus ya. Sekarang ini tanggal 13 September. Jadi belum sebulan,” jelaskan.

Meski begitu, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan kepada ketua DPD untuk melakukan survei internal terhadap seluruh kader partai.

Loading...

Sementara itu, Ketua DPP PAN, Yandri Susanto mendukung sikap koleganya dari Partai Demokrat. “Jadi ada tudingan Demokrat main dua kaki, saya kira itu keliru. Kalau rumah yang besar, ada perbedaan pendapat adalah sesuatu yang normal,” ucapnya.

Baca juga: Ditantang Jokowi Soal “Uang Negara Bocor”, Gerindra Sebut Prabowo Berdasarkan Data!

Yandri menilai Partai Demokrat itu solid dan sangat sungguh-sungguh untuk memenangkan capres Prabowo.

Karena itu, pihaknya menegaskan kalau tudingan demokrat setengah-setengah memenangkan Prabowo itu fitnah.

Baca juga: LSI Denny JA Sebut Suara Jokowi di Kalangan Emak-Emak, Wong Cilik dan Millenial Meningkat

“Nggak mungkin lah. Karena dokumen yang dibawa ke KPU itu, saya juga melihat langsung. Pak SBY yang paling utama menandatangani di ruangan beliau di Kuningan Jumat pagi sebelum berangkat ke KPU,” tegasnya.[]

Sumber: POSKOTANEWS

Terkait

Loading...
Berita Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More