Soal “Puisi Kontroversi” Fadli Zon, Ini 7 Fakta Yang Harus Kalian Tahu

Jakarta – Puisi ‘Doa yang Ditukar’ karya Fadli Zon berbuntut panjang hingga muncul aksi para santri. Ini fakta-fakta seputar puisi kontroversial yang ditulis Wakil Ketua DPR itu.

Baca juga: Jusuf Kalla Benarkan Ada “Kebocoran Anggaran Negara”, Fahri Hamzah Minta Pemerintah Klarifikasi

1. Fadli tulis puisi

Puisi ‘Doa yang Ditukar’ ditulis Fadli Zon pada 3 Februari 2019 setelah heboh KH Maimun Zubair (Mbah Moen) salah menyebut nama Prabowo ketika berdoa di samping Jokowi. Berikut ini puisi lengkap Fadli ‘Doa yang Ditukar’:

DOA YANG DITUKAR

doa sakral

seenaknya kau begal

disulam tambal

tak punya moral

agama diobral

doa sakral

kenapa kau tukar

direvisi sang bandar

dibisiki kacung makelar

skenario berantakan bubar

pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar

bukan doa otentik

produk rezim intrik

penuh cara-cara licik

kau penguasa tengik

Ya Allah

dengarlah doa-doa kami

dari hati pasrah berserah

memohon pertolongan-Mu

kuatkanlah para pejuang istiqomah

di jalan amanah

Baca juga: Ketum PA 212 Slamet Ma’arif Diperiksa Polisi Diduga Terlibat Tindak Pidana Kampanye

2. Rommy balas puisi Fadli

Setelah puisi Fadli dipublikasikan, giliran Ketua Umum PPP M Romahurmuziy atau Rommy membuat puisi ‘Katanya Bela Ulama’. Puisi Rommy berbicara soal pihak-pihak yang mengklaim membela ulama tapi malah mempermainkan salah ucap dalam doa Mbah Moen.

Berikut ini puisi Rommy soal ‘Katanya Bela Ulama’:

Katanya bela ulama

Kyai paling sepuh pun kau nista

Dengan aneka meme dan cela

Katanya bela agama

Tapi kau halalkan semua

Tuk gelapkan siang sebelum waktunya

Katanya hasil ijtima’

Baca Qur’an pun kau hindari dengan berbagai cara

Jadi sebenarnya kau makhluk apa?

Editan atau manusia

3. Menag tanya Fadli soal sosok ‘Kau’

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mempertanyakan sosok ‘kau’ yang dimaksud dalam puisi Fadli Zon. Lewat Twitter, dia meminta klarifikasi apakah ‘kau’ dalam puisi ‘Doa yang Ditukar’ adalah Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen.

“Pak @fadlizon Yth, Agar mendapatkan kejelasan, saya mohon tabayyun (klarifikasi): apakah yg dimaksud dengan ‘kau’ pada puisi tsb adalah Simbah Kiai Maimoen Zubaer? #doayangditukar,” tulis Menag Lukman seperti dilihat detikcom, Selasa (5/2/2019).

Baca juga: Kasus Ahmad Dhani Berdampak Pada Suara Jokowi di Kaum Terpelajar?

4. Fadli Menyatakan Puisinya Tak Terkait Mbah Moen

Fadli menjawab pertanyaan Menag Lukman. Masih lewat Twitter, Fadli menegaskan, ‘kau’ yang dia maksud dalam puisinya bukanlah Mbah Moen, melainkan penguasa dan makelar doa.

“Pak Lukman yb, jelas sekali bukan. Itu itu penguasa n makelar doa,” tulis Fadli.

5. Fadli unggah foto bersama Mbah Moen

Muncul tagar #FadliZonHinaUlama di Twitter karena puisi itu dianggap ditujukan kepada Mbah Moen. Di saat yang sama, Fadli Zon mengunggah fotonya bersama sang kiai.

Tampak Fadli memakai peci hitam dan Mbah Moen tersenyum ke arah kamera ketika selfie bareng. Waketum Gerindra ini menegaskan menghormati ulama karismatik itu.

“Bersama Mbah Moen di pesantren Syekh Ahmad bin Muhammad Alawy Al Maliki, Rusaifah, Mekkah. Saya selalu hormat pada beliau dan doa beliau untuk Pak @prabowo mudah-mudahan diijabah. Amin,” tulis Fadli di Twitter, Kamis (7/2/2019).

6. Massa santri protes Fadli Zon

Meski Fadli sudah menegaskan dia hormat kepada Mbah Moen, tetap ada aksi protes dari para santri se-Kabupaten Kudus. Massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) turun ke jalan dan mendoakan kiai sebagai bentuk protes

Sejumlah tulisan bernada memprotes Fadli Zon dibawa santri. Seperti ‘Mencela Ulama adalah Dosa Besar’, ‘Penjarakan Fadli Zon’, ‘Kami Bersama Kyai’, ‘Doa Santri untuk Kiyai’, dan lainnya.

Aksi diisi dengan zikir bersama. Mereka hanyut dalam lantunan zikir dan selawat yang dipimpin Solikhul Hadi.

Baca juga: Ketua DPP PAN Bantah Demokrat Main Dua Kaki, Ini Penjelasannya!

7. Respons Fadli Zon atas aksi protes

Merespons aksi protes tersebut, Fadli menegaskan puisi yang dibuatnya tidak ditujukan kepada Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen. Dia meminta semua pihak tidak membuat interpretasi atas puisinya yang berpotensi melarut-larutkan masalah.

“Saya udah menyatakan waktu menjawab dari Menteri Agama juga bahwa itu sama sekali bukan untuk Pak Kiai Maimun Zubair, Mbah Moen. Tidak ada dan tidak ada sedikit pun indikasi ke sana,” kata Fadli Zon saat dihubungi, Jumat (8/2).[]

Sumber: DETIK

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!