Kampanye di Musala, Caleg PAN Ini Terancam Pidana Kurungan 2 Tahun

Jakarta – Bawaslu DKI Jakarta Utara menemukan dugaan tindak pidana pemilu kampanye yang dilakukan caleg PAN, Nurhasanudin. Nurhasanudin melakukan kampanye di musala.

Baca juga: Soal “Puisi Kontroversi” Fadli Zon, Ini 7 Fakta Yang Harus Kalian Tahu

“Hasil penyelidikan Tim Gakkumdu menyimpulkan bahwa kegiatan kampanye Nurhasanudin diselenggarakan di Musala Qurotul ‘Ain RT 009/RW 003 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara,” kata Ketua Gakkumdu Bawaslu Jakut Benny Sabdo dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/2/2019).

Kampanye itu digelar Nurhasanudin pada 9 Januari 2019. Saat ini, kasus Nurhasanudin sudah naik ke tahap penyidikan. Menurut Benny, kegiatan Nurhasanudin itu juga dikategorikan ilegal karena tidak memberi tahu Polres Metro Jakarta Utara.

Surat tanda bukti laporan terhadap Nurhasanudin terregistrasi dalam laporan polisi nomor STBL/03/K/II/2019/PMJ/RESJU tanggal 8 Februari 2019.

Baca juga: Sempat Buron Selama 2 Pekan, Mandala Shoji Akhirnya Menyerahkan Diri, Ditahan di Rutan Salemba

“Kegiatan kampanye tersebut ilegal karena tidak ada pemberitahuan resmi kepada Polres Metro Jakarta Utara, tembusan kepada Bawaslu Jakarta Utara,” tutur Benny.

Nurhasanudin, yang merupakan caleg DPRD DKI Jakarta itu, diduga melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf h juncto Pasal 521 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Benny mengatakan ada dua terlapor, yakni Nurhasanudin dan Syaiful Bachri. Disebutkan kedua terlapor tersebut terancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24.000.000.[]

Sumber: DETIK

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!