Gak Cuma Prabowo, Hampir 60-70% Orang Indonesia Gak Paham Unicorn

Jakarta – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tampak sedikit kebingungan mengenai pertanyaan yang dilontarkan Joko Widodo (Jokowi) saat debat Capres mengenai rencana perkembangan unicorn Indonesia.

“Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung perkembangan unicorn Indonesia?” kata Jokowi dalam debat Capres, Minggu (17/2) malam lalu.

Prabowo bertanya balik maksud unicorn yang ditanya oleh Jokowi.

“Yang Bapak maksud unicorn? Maksudnya yang online-online itu, iya, kan?” kata Prabowo bertanya balik.

Pembahasan mengenai unicorn ini jadi ramai diperbincangkan. Semua pihak ikut berkomentar. Bahkan ada yang menyebut 60-70% orang Indonesia belum paham istilah unicorn. Berikut berita selengkapnya.

60-70% Orang RI Tak Tahu Unicorn

Pengamat industri digital dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan, bahwa istilah unicorn memang cukup asing bagi orang-orang yang tak dekat dengan industri digital atau bisnis startup.

“Istilah unicorn memang orang yang tidak begitu dekat dengan industri digital, dengan bisnis startup segala macam, belum paham benar apa yang dimaksud unicorn,” kata Heru melansir detik finance.

Bahkan menurut Heru, sebanyak 60-70% orang Indonesia masih belum mengenal istilah unicorn tersebut. Istilah unicorn dinilai masih menjadi hal yang baru bagi masyarakat.

“Saya yakin hampir 60-70% orang Indonesia nggak tahu unicorn. Harus dijelaskan unicorn ini apa. Karena kan memang unicorn startup dengan unicorn kuda dengan satu tanduk,” katanya.

“Kalau pun mengenal istilah unicorn, tau, tapi kalau the real unicorn mungkin bertanya juga. apalagi sekarang ada unicorn, decacorn segala macam. Ini masih hal yang baru memang ya,” sambungnya.

Istilah Unicorn

Istilah unicorn sendiri sangat erat kaitannya dengan startup atau perusahaan rintisan. Istilah ini berarti startup yang telah memiliki valuasi sebesar US$ 1 miliar.

Di Indonesia sendiri telah ada empat startup yang menyandang status unicorn yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Berdasarkan data CB Insights, per Januari 2019 telah ada lebih dari 300 startup unicorn di seluruh dunia dengan total valuasi sekitar US$ 1.074 miliar.

Tapi, ternyata masih ada dua ‘tingkat’ lagi yang bisa dicapai oleh startup yang telah mencapai status unicorn, yaitu decacorn dan hectocorn.

Startup yang telah mencapai tingkat decacorn berarti telah memiliki valuasi sebesar US$ 10 miliar. Sementara hectocorn atau yang disebut juga super unicorn berarti startup yang telah memiliki valuasi sebesar US$ 100 miliar.

Startup Unicorn Asal Indonesia

Saat ini, ada 4 startup unicorn yang dimiliki Indonesia dan sering disebut-sebut Jokowi, yakni Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.

Yang menarik, dari keempat nama tersebut sudah ada yang mendekati status berikutnya, yaitu decacorn yang merupakan label bagi startup dengan valuasi lebih dari USD 10 miliar.

Kembali ke pertanyaan soal startup unicorn yang diajukan Jokowi kepada Prabowo, capres nomor urut 2 tersebut menyatakan akan mendukung sepenuhnya kehadiran startup unicorn di Indonesia.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!