Viral Video Siswa SD Nyanyikan Lagu Prabowo-Sandiaga, KPAI dan Kemendikbud Gerak Cepat

Jakarta – Viral video anak-anak sekolah dasar (SD) menyanyikan lagu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno viral dan ramai diperbincangkan publik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini menelaah nyanyian politik di sekolah itu.

Dirangkum berbagai sumber, Selasa (26/2/2019), video itu menampilkan siswa-siswi yang tengah memakai seragam menyanyikan dan menggerak-gerakkan tangannya di dalam sebuah ruangan. Ada pula siswa yang berpose dua jari membentuk gestur seperti pistol.

“Ayo kita pilih Prabowo-Sandi,” dendang para siswa.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah mengetahui video tersebut. KPAI memastikan akan menelusurinya.

“KPAI akan mendalami beredarnya video anak yang secara serentak bermuatan ajakan memilih salah satu pasangan capres-cawapres,” kata Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/2).

Tak hanya KPAI, Kemendikbud juga bergerak cepat menelusuri video itu. Mendikbud Muhadjir Effendy mengancam sanksi bagi guru ataupun pihak sekolah bila terbukti ada pelanggaran.

“Ya, tentu ada sanksinya, namanya pelanggaran, kok,” ungkap Muhadjir di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (26/2).

Muhadjir menyebut pihaknya tengah melacak identitas sekolah yang video siswanya menyanyikan lagu Prabowo-Sandi jadi viral itu. Dia menegaskan lembaga pendidikan tidak boleh dimasuki unsur politik, sekecil apa pun itu.

Dia juga mengutuk pihak-pihak yang membawa politik masuk ke sekolah. Muhadjir pun memastikan akan mengusut soal sekolah yang membuat siswa-siswanya menyanyikan lagu Prabowo-Sandi di dalam kelas itu.

“Sedang kita lacak itu, itu tidak boleh itu. Saya tidak bermaksud siapa pun yang dinyanyikan tidak pada tempatnya di lembaga pendidikan dipakai untuk itu (politik),” kata Muhadjir.

Pihak Bawaslu sendiri telah meminta tim cyber mencari pelaku video tersebut. Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan pihaknya belum menemukan adanya sanksi pidana bagi pelaku pelibatan anak dalam kampanye.

Namun, dia mengatakan, Komisi Perlindungan Anak dapat ikut menangani permasalahan ini.

“Kita kan minta ini kepada tim cyber untuk segera ditindak, dicari siapa pelakunya,” ujar Fritz.

Dia meminta peserta pemilu tidak melanggar aturan dalam melakukan kampanye. Salah satu aturan yang dimaksud adalah melibatkan anak-anak dalam kampanye.

Bagaimana sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terkait video nyanyian politik di sekolah itu? Mereka menyayangkan aksi sejumlah siswa sekolah dasar (SD) menyanyi lagu ‘Pilih Prabowo-Sandi’. BPN meminta orang tua dan guru sekolah berperan aktif menangkal hal-hal seperti ini.

“Ini adalah tanggung jawab semua pihak. Satu, orang tuanya, bagaimana dia ajarkan anaknya dan memanfaatkan media sosial dengan baik dan benar. Dua, guru-gurunya ke mana ini gurunya? Ngasih tahu apa nggak?” kata jubir BPN bidang Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Wanita BPN, Desy Ratnasari, di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/2).

Desy juga mengimbau semua pihak tidak berspekulasi terlalu jauh. Dia berharap kasus seperti ini dijadikan pelajaran oleh para orang tua dan guru sekolah.

Sumber: DETIK

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!