KH. Ma’ruf Amin ke Neno Warisman: Pilpres Kok Disamakan dengan Perang Badar

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyindir doa yang dipanjatkan Neno Warisman dalam acara Munajat 212 di Monas, Jakarta, 21 Februari 2019.

Menurutnya, doa Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tersebut tak layak dipanjatkan, karena kondisi Indonesia tak sedang dalam keadaan perang.

Video Sandiaga Diteriaki Pedagang di Labuan Bajo Viral, BPN Ungkap Fakta Sebenarnya

Ma’ruf menyimpulkan doa Neno mirip dengan doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW saat Perang Badar. Ketika itu, menurut Ma’ruf, umat Muslim bertempur habis-habisan karena kalah jumlah dengan kaum kafir.

Ia menilai pilpres saat ini berbeda dengan Perang Badar. “Pilpres kok disamakan dengan Perang Badar. Perang Badar itu antara Islam dengan kaum kafir. Itu perang hidup mati membela agama. Pilpres itu cari pemimpin terbaik. Pilpres tak sama dengan Perang Badar,” kata Ma’ruf lewat keterangan tertulis pada Selasa, 26 Februari 2019.

Ia menyayangkan Neno Warisman yang mengklaim kelompoknya paling Islam. Sedangkan kelompok Jokowi – Ma’ruf dianggap lawan umat Muslim alias kafir.

Hal ini dirasakannya tidak etis. “Mereka menisbahkan kelompok mereka Islam dan kelompok Jokowi – Amin sebagai kafir. Doa itu tak layak dan tidak pantas,” ujar dia.

Ia berharap emosi masyarakat tak terpancing akibat doa tersebut. Ma’ruf Amin khawatir doa Neno menimbulkan gejolak di masyarakat. “Jangan sampai masyarakat terprovokasi, mudah-mudahan doanya (Neno) tidak mabrur. Kalau sekarang doanya tepat minta pilpres aman Insya Allah doanya dikabul,” ujar Ma’ruf.

Prabowo: Kami Bersumpah Akan Menyelamatkan Kekayaan Indonesia

Sebelumnya, kutipan doa Neno Warisman viral dalam sebuah video di media sosial usai acara Munajat 212 di Monas, Kamis pekan lalu. Dalam potongan doa tersebut, Neno Warisman menyebut “Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu.”

Sebelumnya, Ma’ruf juga menyatakan keberatan dengan narasi perang Badar yang dibawakan Neno Warisman dalam doanya di acara munajat cinta 212 Kamis pekan lalu itu. “Masa pak Jokowi (Joko Widodo) dengan saya dianggap orang kafir? Itu sudah tidak tepat, menyayangkan lah, kita kan pilpres, bukan perang Badar,” ujar Ma’ruf Amin usai mengisi acara istighosah di Mall Palem Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, 23 Februari 2019.[]

Sumber: TEMPO

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!