Kemendagri Kaji Ulang Usulan Perbedaan Warna e-KTP WNA dan WNI

Jakarta – Menkum HAM Yasonna Laoly mengusulkan agar e-KTP milik Warga Negara Asing (WNA) dengan e-KTP milik Warga Negara Indonesia (WNI) dibedakan bentuk hingga warnanya. Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh pun mengaku akan menampung dan mengkaji usulan ini.

Soal TKA China Cianjur Punya e-KTP, TKN Jokowi: Ada yang Sengaja Bikin Gaduh!

“Nanti kita kaji dulu, usulan (Yasonna) kita tampung,” kata Zudan di Kantor Kemendagri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/2).

Zudan tak menampik banyak usulan dari masyarakat yang meminta e-KTP WNA dan WNI diberi warna yang berbeda. Ia pun mengaku akan mempertimbangkan hal ini.

“Ya ada pernyataan seperti itu (diberi warna beda). Andai kata nanti dengan warna yang sama ini menimbulkan problem seolah-olah boleh nyoblos dan lain-lain. Ya kita bisa pertimbangkan untuk diubah warna misalnya,” ucap Zudan.

Zudan mengaku pertimbangan pihaknya tak membedakan bentuk dan warna e-KTP WNA dan WNI karena format e-KTP WNA sudah cukup jelas karena berbahasa Inggris, kolom negara asal, dan masa berlaku.

“Tadinya kami beripkiran dengan sudah ditulis masa berlakunya, ada warga negaranya disebutkan kemudian ada 3 konfigurasi dengan bahasa inggris kalau orang membaca pasti lihat (itu e-KTP WNA),” terangnya.

Menurut Zudan, mengubah format e-KTP WNA juga membutuhkan perubahan yang cukup banyak.

Prabowo: Kami Bersumpah Akan Menyelamatkan Kekayaan Indonesia

“Karena ketika kita akan merubah warna dan model, kita akan merubah aplikasi yang banyak. Seluruh Indonesia nanti akan kita ubah semuanya. Kita lihat perkembangannya sampai nanti betul-betul diperlukan,” ungkap Zudan.

Meski demikian, Zudan heran masalah WNA memiliki e-KTP baru dipersoalkan belakangan ini. Menurutnya, polemik WNA memiliki e-KTP muncul karena mendekati pemilu. Yang jelas, kata Zudan, pelayanan pembuatan dan kedudukan e-KTP WNA dan WNI sama.

“Tapi saya 4 tahun jadi Dirjen dan terbitkan 1.600 e-KTP WNA, baru 1 ini (e-KTP milik Pak Chen) yang ribut banget. Mungkin karena mendekati pileg dan pilpres,” terangnya.

“Beberapa tahun yang lalu enggak ada satupun persoalan karena kami melayani secara sama tidak ada yang istimewa sama, tidak ada isu mana yang lebih bergengsi KTP WNA dan WNI semuanya sama,” pungkas Zudan.

Belakangan publik digegerkan dengan informasi seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Cianjur bernama Guohuin Chen memiliki e-KTP. Kemendagri pun menelusuri itu dan memastikan e-KTP itu asli.[]

Sumber: KUMPARAN

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!