Ketum PPP dan Kepala Kemenag Jatim Diciduk KPK, Pakai Masker dan Baru Dilantik 10 Hari

JAKARTA-Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan kabar bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang petinggi partai politik.

Barung awalnya menolak menjawab ketika didesak pertanyaan apakah yang ditangkap ialah Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan. Namun dia akhirnya menjawab itu benar setelah mendengar kabar bahwa Kepala Polda Jawa Timur Irjen Pol Lucky Hermawan mengonfirmasinya.

“Sesuai pernyataan Kapolda, yang membenarkan itu, maka Kabid Humas [Polda Jawa Timur] di lain pihak juga membenarkan, yang bersangkutan Ketua PPP, ditangkap di Kantor Wilayah Kementerian Agama [Jawa Timur] di Sidoarjo pukul 09.00 WIB,” katanya ketika dikonfirmasi pada Jumat, 15 Maret 2019.

Namun Barung menolak lagi menjelaskan ketika dicecar soal siapa saja yang ditangkap selain Romahurmuziy alias Rommy. Begitu juga dia tak menyebutkan dengan detail perkara apa yang disangkakan kepada Rommy. “Sementara itu dulu aja,” katanya.

Kenakan Masker dan Kacamata Hitam

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy atau Rommy tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, Jumat, 15 Maret 2019.

Romahurmuziy saat tiba di kantor KPK mengenakan masker dan kaca mata hitam/viva.co.id

Pantauan, Rommy tiba di kantor KPK pukul 20.15 WIB, namun ketika turun dari mobil yang bersangkutan mengenakan masker, kacamata hitam serta topi.

Romi tak memberikan pernyataan apapun kepada para awak media, dan langsung memasuki ke dalam gedung KPK.

Selang sekira sepuluh menit, rekan dari Rommy yang ikut ditangkap dalam operasi tangkap tangan tiba juga di kantor KPK. Pertama dua orang dengan mengenakan masker juga, disusul lagi dua orang juga tapi mengenakan masker juga.

Jadi, ditotal sudah ada lima orang yang kena OTT KPK di Sidoarjo, Jawa Timur, ini sudah sampai kantor KPK, namun mereka tidak memberikan pernyataan apapun kepada para awak media.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, lima orang yang diamankan terdiri dari berbagai unsur ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan juga ada pihak dari swasta.

Loading...

“Jadi kami juga ini bukan transaksi pertama, lima orang tersebut ada dari unsur penyelenggara negara dari DPR RI anggota DPR RI, kemudian ada unsur swasta, dan dari unsur pejabat di Kementerian Agama pejabat di daerah ya di Kementerian Agama,” ujarnya Febri.

Kepala Kemenag Jatim Baru Dilantik 10 Hari

Informasi diperoleh dari Kepolisian Kepala Kanwil Kementerian Agama Jatim, Haris Hasanuddin, ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK bersama Ketua Umum PPP Haris Hasanuddin di Surabaya pada Jumat pagi, 15 Maret 2019. Selain itu, diamankan pula Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muh. Muwaffaq Wirahadi.

Ketiganya menjalani pemeriksaan awal di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur lalu kemudian dibawa ke kantor KPK di Jakarta pada Jumat siang melalui jalur udara. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, tak membenarkan juga tak membantah ketika ditanya kesahihan informasi itu.

Hal yang pasti, Kepala Bagian Humas Kanwil Kemenag Jatim, Markus, mengatakan hingga petang pimpinannya belum balik ke kantor setelah berangkat pada Jumat pagi. Sesuai agenda, Haris harusnya menghadiri kegiatan internal terkait biometrik.

“Sejak siang HP-nya tidak aktif,” katanya dikonfirmasi.

Haris Hasanuddin sendiri baru menjabat sebagai Kepala Kemenag Jatim sejak dilantik pada 5 Maret 2019 lalu. Sebelumnya dia mengisi posisi kepala yang kosong sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Kemenag Jatim, setelah ditinggal Syamsul Bahri.

Begitu pula dengan Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muh. Muwaffaq Wirahadi. Dia baru dilantik sebagai kepala pada 11 Januari 2019 lalu. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Surabaya.

Markus mengatakan, kendati OTT KPK menyeret institusinya, kegiatan di Kanwil Kemenag Jatim berjalan seperti biasa. Pegawai juga tidak begitu syok meski sang pimpinan dikabarkan terjaring OTT. Pelayanan kepada masyarakat juga berjalan normal.

“Kami menunggu kepastian dari instansi terkait (soal kabar OTT),” ucapnya.

Sebelumnya, juru bicara KPK, Febry Diansyah mengatakan bahwa OTT tersebut terkait dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

“Transaksi ini dari identifikasi yang sudah kami lakukan, diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama, baik di pusat ataupun di daerah,” jelasnya.[]

Sumber: VIVA

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!