Larangan Membunuh Menurut Ajaran Agama Islam

Aksi keji pembantaian umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Selandia Baru oleh Brenton Tarrant mendapat protes keras dari Indonesia dan dunia. Terlepas dari itu, pernyataan dan sikap Senator Queensland, Fraser Anning yang menyudutkan umat Islam pun menuai kontroversi dan kritikan dari banyak kalangan.

Entah apa yang merasuki keduanya sehingga tega menghabisi nyawa serta menyakiti perasaan umat Islam. Padahal, agama Islam adalah agama yang sangat cinta perdamaian dan kerukunan.

Ya, semoga saja Allah SWT mengampuni keduanya serta membukakan pintu hati dan memberikan keduanya hidayah sehingga bisa mengenal Islam yang sesungguhnya. Sehingga mereka bisa tahu bagaimana sakitnya jika saudara seiman disakiti apalagi dihabisi seperti yang dilakukan oleh Brentont Tarrant.

Hukum menghabisi atau membunuh dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah Nabi Muhammad telah bersabda,

كُلُّ المُسِلمِ عَلَى المُسلِمِ حَرَام دَمُهُ وَمَالُه وَعِرضُه

“Diharamkan bagi seorang muslim terhadap muslim lainnya: darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”

Loading...

Dan bukan hanya terhadap muslim, membunuh non-muslim pun dilarang. Dalam sebuah riwayat Rasulullah juga bersabda,

مَنْ قَتَلَ قَتِيْلاً مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Barang siapa membunuh dzimmi (non-muslim) maka ia tidak akan mencium aroma surga.”

Lewat sejumlah hadist, Islam sangat jelas melarang perilaku saling membunuh. Hanya dalam situasi perang membunuh menjadi keniscayaan. Dan Indonesia tidaklah dalam situasi perang, bukan darul harb yang di dalamnya bisa disandarkan ayat-ayat perang. Jihad di Indonesia haruslah jihad amar makruf nahi munkar dengan cara yang damai dan sesuai hukum yang diakui. Karena tanpanya, sebuah negeri akan terjebak dalam anarki.

Kekerasan, apalagi membunuh, adalah sesuatu yang tidak dianjurkan oleh Islam. Begitu pula sesat menyesatkan. Rasullah berkata, dalam hadist yang diriwayatkan oleh sejumlah sahabat yang berbeda, bahwa “Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 di neraka dan (hanya) yang di surga—sebagaimana Yahudi yang terpecah dalam 71 golongan dan Nasrani yang terpecah dalam 72 golongan.” Ketika ditanya siapa satu kelompok yang masuk surga tersebut, Rasulullah hanya menjawab, “Jamaah.” Di riwayat lain Nabi menjawab, “Mereka yang mengikutiku dan sahabat-sahabatku.”

Tak ada seruan untuk saling berperang atau menyesatkan dari Nabi Muhammad SAW. Hanya mereka yang ahlus sunnah wal jamaah yang akan selamat, dan sebagai muslim kita hanya bisa berikhtiar untuk bisa mencontoh Nabi dan sahabat-sahabatnya, sehingga kelak terhindar dari api neraka. Bukan merasa benar sendiri dan menyesatkan golongan dan aliran lainnya.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!